Menjawab Pertanyaan Beberapa Kiai Pesantren Tentang Santrinya di Mesir, PCINU Mesir Perkuat Data Anggota

Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah tengah mengadakan shilaturrahmi di Waroeng 22.

Pcinumesir. Beberapa kali saya berkunjung ke PBNU, pertanyaan sulit yang harus saya jawab adalah tentang jumlah anggota PCINU, apalagi kalau harus menjelaskan basic pesantren mereka sebelum pergi ke Mesir.

Hal itu disampaikan Kiai Tubagus Mansur, a’wan Syuriah PCINU Mesir, mengawali perbincangan ringan dalam Forum Silaturrahmi dan buka bersama Syuriah & Mustasyar PCINU Mesir di restoran 22, Nasr City, Cairo, Jum’at, 25 Mei 2018.

“Bahkan bukan hanya sekali saya ditanya oleh Kiai Pesantren NU di Indonesia tentang santrinya di Mesir, beliau-beliau umumnya ingin tahu tentang prestasi para santrinya yang sedang melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar dan keaktifan mereka di PCINU Mesir,” kata mahasiswa S3 Al-Azhar Jurusan Akutansi Islam tersebut.

“Untung saya Syuriah, jadi saya bisa katakan kepada beliau bahwa Pengurus Tanfidziah yang nanti akan menjelaskan lebih detail,” Lanjut Tubagus yang disambut ketawa peserta yang hadir sambil mengarahkan pandangannya kepada Ilman M. Abdul Haq, Ketua Tanfidziyah.

KH. Muhlashon Jalaluddin, Rais Syuriah PCINU Mesir membenarkan apa yang disampaikan oleh Kiai Tubagus Mansur, dan menekankan pentingnya update data anggota PCINU, apalagi data mereka yang sedang menyelesaikan S3 dan S2.

“Saya setuju dengan gagasan Pak Kiai Tubagus untuk meremajakan data anggota dan saya kira kita sepakat agar Ketua Tanfidziyah segera membentuk tim peremajaan data dalam waktu dekat”, kata Kiai Muhlashon.

“Jika memungkinkan, pengurus PCINU bisa menyampaikan perkembangan anggota kepada almamater masing-masing, termasuk kiprahnya di PCINU, agar mereka selalu didoakan oleh para Kiai mereka,” tambahnya.

Acara yang dihadiri oleh Jajaran Syuriah antara lain, H. Murtadlo Bisyri, H. Nurfuad Shofiyullah, H. Falahuddin, H. Nora Burhanuddin, H. Abdurrauf, Ketua Tanfidziyah beserta jajaran termasuk Ketua Lembaga Perekonomian dan Ketua Fatayat bersama jajaran serta jajaran dewan pembina Fatayat tersebut berlangsung rilek dan sangat akrab.

Selain membahas masalah pendataan, forum syuriah juga mendiskusikan harapan NUonline agar PCINU Mesir ikut menyemarakkan rubrik-rubrik keagamaan di media PBNU tersebut, serta membahas beberapa agenda lainnya untuk pengembangan kualitas SDM anggota PCINU Mesir.

Di antara gagasan yang muncul di sela-sela canda tawa silaturrahmi tersebut adalah program yang disampaikan oleh Kiai Nurfuad Shofiyullah terkait mengisi kegiatan bulan Ramadhan di sela-sela kesibukan mayoritas anggota PCINU Mesir dalam menghadapi ujian termin II di Universitas Al-Azhar. Kiai Nurfuad mengusulkan PCINU mengadakan “lomba menulis tausiyah pendek untuk konsumsi pengguna WA”. Lomba dimulai pada sepertiga kedua bulan suci ini sampai akhir Ramadhan, sementara pemenangnya diumumkan pada saat Open House PCINU Idul Fitri nanti.

“Seperti kita tahu, bahwa lebih dari 3500 anggota kita, sebagian besar sibuk mengikuti ujian, tetapi sampai menjelang akhir Ramadhan, tidak sedikit dari mereka yang sudah selesai ujian, maka, ini adalah waktu yang tepat untuk mengadakan lomba yang memerlukan referensi dari kitab-kitab klasik, semangat baca mereka masih tinggi,” kata Nurfuad.

Forumpun sepakat dan menunjuk Kiai Nora Burhanuddin untuk menyiapkan bahan lomba yang akan segera diumumkan kepada anggota. Pengurus Tanfidziyah bersama pengurus kelompok studi antar angkatan akan mensosialisasikan lomba tersebut.

Mengakhiri forum silaturrahmi dan buka bersama, Rais Syuriah menyampaikan terima kasih atas semangat dan kebersamaan seluruh jajaran Syuriah dan Mustasyar PCINU Mesir, termasuk dalam menghadiri acara yang undangannya sangat mendadak tersebut. Rois Syuriah juga mengucapkan terima kasih kepada 4 orang jajaran Syuriah yang sedang bertugas memenuhi panggilan dakwah di Italia, Belanda dan Korea, karena dari jauh mereka tetap memberikan support via WA dan media komunikasi lainnya.

“Kami juga ingin menyampaikan selamat jalan kepada Kiai Tubagus beserta keluarga dan Kiai Falahuddin yang akan berlibur ke tanah air besok sore, ‘turuh wa tigi bissalamah”, kata Kiai Muhlashon menutup acara.[Asr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *