Fatayat NU Mesir Adakan Bedah Film

Para peserta Bedah Film

Rabu, 01/08/2018, PCI Fatayat NU Mesir mengadakan bedah film berjudul Where Do We Go Now yang bertempat di sekretariat PCINU Mesir. Turut hadir dalam acara ini ketua Wihdah dan sejumlah mahasiswi di Mesir. Diadakannya acara ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswi melalui film. Jadi tak hanya menjadi penikmat, melainkan mengerti dan memahami maksud dan pesan yang terkandung dalam film.

Nadine Labaki, sutradara dari film ini adalah seorang penggarap film dan berbagai video klip yang berasal dari Lebanon. Ia selalu mendapatkan penghargaan atas karyanya baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Yang menjadi salah satu kekuatan dalam film ini adalah, film ini berlatarkan suatu negara yang sepanjang film tidak disebutkan nama negara tersebut. Dalam film ini, ia mengemas penggambaran penduduk desa di suatu negara dengan berbagai konflik yang terjadi di dalamnya seraca apik dan cadas. Dikemas dalam berbagai adegan komedi yang tetap mengandung maksud dan pesan di dalamnya.

Acara bedah film ini dibedah oleh Ketum Fatayat NU Mesir, Mbak Choiriya Dina Safina. Ia menyampaikan bahwa humor -sebagaimana yang digambarkan di dalam film ini- ialah sebentuk kecerdasan dari akal manusia, di mana manusia memiliki keunikan nalar yang tugasnya merespon kegetiran hidup. Humor melalui film ini diangkat sebagai satu gambaran hidup manusia yang jujur, sekaligus menjadi solusi hidup.

Humor yang tingkatnya rendah itu hanya melingkup pada persoalan-persoalan remeh hidup manusia. Adapun humor tingkat tinggi, yaitu bila objeknya terkait kekuasaan, politik, agama, tempat ibadah, perbedaan ras, dan lain-lain. Akan tetapi, humor tetap humor. Kecerdasan manusia bisa ditilik melalui humor.

Whare Do We Go Now yang disutradarai oleh Nadine Labaki ini berhasil membawa banyak kesan terhadap para peserta bedah film beberapa hari yang lalu. Hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang antusias untuk memberi tanggapan terhadap film ini. Seperti pendapat salah satu peserta, Mita, yang memetik nilai bahwasanya perubahan menuju hal yang baik itu tidak melulu bermodalkan dari hal-hal yang besar. Dari film ini juga, ia merasakan bagaimana peran andil para perempuan dalam mempertahankan kelompoknya.

Yaitu ketika perempuan memiliki andil besar di dalam kesadaran nalar sosial, lebih-lebih lagi agama. Di saat hidup ini melupakan peran perempuan sebagai entitas manusia yang juga pasti memiliki kesadaran berpikir dan bertindak untuk sesamanya, film ini menyadarkan kita untuk melihat perempuan seutuhnya, yaitu sebagai manusia. Sebagai manusia yang juga sama dengan kaum pria, yang memiliki pikiran dan rasa yang mampu mengubah keadaan.

Kegiatan menonton film dapat menjadi hal yang sangat bermanfaat dan mengasyikkan. Terutama jika  disambi  dengan sedikit menelaah maksud dan pesan yang tersimpan di dalamnya. Ternyata, ketika suatu film dibedah dengan baik, akan muncul dari situ berbagai pengetahuan dan wawasan baru. Jadi, kegitan menonton film tak hanya sebagai pengisi waktu kosong yang sia-sia. Kita dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai lahan untuk mengasah kekritisan berfikir dan mengungkapkan pendapat.[Zia]

Selamat membedah film^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *