PCI-JQH NU Mesir Adakan Laporan Pertanggungjawaban & Pemilihan Ketua Baru

“Seorang Azhari Harus Menguasai Seni Dakwah.” Ucap Rais Syuriah NU Mesir, KH. Muhlashon Jalaluddin.

Pengurus dan anggota PCI-Jamiy’atul Qurra’ wal Huffazh NU Mesir patut bersyukur ke Hadirat Allah Swt., karena Anda semua adalah termasuk yang dimaksud dalam sabda Nabi Muhammad Saw., “Khairukum man ta’allama al-Quran wa ‘allamahu”.

Hal itu disampaikan oleh Rais Syuriah PCINU Mesir, KH. Muhlashon Jalaluddin dalam sambutannya pada Pembukaan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Cabang Istimewa Jamiy’atul Qurra’ wal Huffazh (PCI-JQH) NU Mesir periode 2016-2018 di Aula Sekretariat PCINU Mesir di Nasr City Cairo, 27 September 2018.

“Melihat keberhasilan pengurus periode ini dalam menjalankan roda organisasi JQH di Mesir, saya berharap pengurus yang akan datang dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kepada yang lebih baik.” Kata Muhlashon.

“Selain itu, dalam konsep fastabiqul khairat, kita tidak boleh puas dengan apa yang telah kita capai. Kita dituntut untuk memacu diri dan menggali potensi secara maksimal sehingga menjadi yang terbaik. Sebagai Qaari’-Qari’ah, Hafizh-Hafizhah Alquran al karim, kita juga harus menguasai teknik dan seni berdakwah. Karena bagaimanapun, sebagai alumni Al-Azhar Mesir, tugas kita nantinya adalah berdakwah menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin di kampung dan lingkungan kita masing-masing,” tambah Rais Syuriah.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, Ilman M. Abdul Haq dalam sambutannya antara lain menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Badan Otonom PCINU Mesir yang menekuni Alquran ini.

“PCI-JQH NU Mesir dalam satu periode 2016-2018 ini telah membuat saya tercengang. Betapa tidak. Kegiatan yang begitu padat membaca, menghafal dan mengkaji Alquran mulai fajar Subuh menyingsing hingga larut malam mereka jalani secara tekun dan konsisten. Saya yakin tidak banyak yang dari warga NU yang mampu menjalaninya,” ungkat Ilman berapi-api.

Ketua PCI-JQH NU Mesir Periode 2016-2018, Muhammad Muflihun pada kesempatan tersebut menyampaikan laporan kegiatan JQH selama masa kepemimpinannya. Setelah laporan pertanggungjawaban dinyatakan diterima dan pengurus lama demisioner, Ketua Sidang kemudian memimpin prosesi pemilihan Ketua PCI-JQH baru, periode 2018-2020.

Seperti biasa, para Huffadz yang dicalonkan sebagai Ketua secara umum menolak dengan alasan masih banyak yang lebih pantas mempimpin organisasinya santri-santri Alquran tersebut. Karena musyawarah tidak mencapai mufakat, maka Sidang memilih jalur Voting. Suara terbanyak dalam voting diperoleh oleh mantan Sekretaris JQH NU Mesir, Sdr. Ali Al Ghiffari. Keputusan voting disambut riang oleh seluruh anggota, karena Ketua barunya adalah sosok yang tepat.

PCI-JQH NU Mesir diresmikan oleh PP JQH-NU pada tahun 2010. Santri yang ikut kegiatan tahfidh berjumlah 150 mahasiswa-mahasiswi. Dari jumlah tersebut, mereka ada yang ‘mondok di flat-flat JQH, sementara yang lain datang dan pergi ke pusat kegiatan menghafal Alquran JQH di kawasan Darrasah, Gamaleya, Cairo.

Pesantren Alquran JQH Cairo saat ini memiliki 3 flat, 2 untuk putra dan 1 untuk putri. Mereka yang mondok di flat JQH dibimbing langsung oleh para senior JQH.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *