Kairo, numesir.net—Sejak menggelar rapat perdana pada 1 Oktober lalu, panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Kairo, Mesir terus melengkapi persiapan menuju acara puncak. Bersama PPMI Mesir, PCINU Mesir menggandeng afiliatif-afiliatif di lingkup Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), di antaranya PCI Muhammadiyah Mesir, PCI Persis Mesir, Perwakilan Khusus Nahdhatul Wathan (PwK NW) Mesir dan Perwakilan Khusus Pelajar Islam Indonesia (PwK PII) Mesir. 

Sejauh ini, susunan kepanitian yang terdiri dari lintas afiliatif bergerak masif sesuai divisi masing-masing. Hingga kemarin malam, Wakil Ketua Panitia HSN 2019 bersama Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir, Ketua II PCINU serta PCIM Mesir telah beraudiensi dengan Komaruddin Amin selaku Dirjen Pendis Kemenag di Wisma Duta KBRI Kairo, Garden City. “Alhamdulillah. Beliau menyambut baik dan meminta agar segera dikirim TOR atau Proposal Kegiatan HSN 2019, agar lekas diproses secepatnya,” ujar Ketua Tanfiziah II PCINU Mesir, Ahmad Rikza Aufarul Umam seusai audiensi. 

Konsep besar acara HSN sedianya berupa dialog kebangsaan bertema “Dari Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Terkait tempat dan pembicara, panitia masih dalam upaya berkomunikasi dengan pihak kampus Universitas al-Azhar dan Kemenag RI. 

Di antara rangkaian peringatan akbar HSN ialah serentetan pra-acara yang digelar oleh masing-masing afiliatif. Kemarin lusa misalnya, PCIM mengundang segenap Masisir untuk menghadiri seminar Pengantar Ilmu Falak. Acara yang sedianya digelar pada Sabtu, 12 Oktober di Markaz Dakwah PCIM tersebut merupakan grand opening perayaan HSN 2019. 

Selain PCI Muhammadiyah, PCINU Mesir akan menggelar Bahtsul Masail Kubra (BMK) pada 16 Oktober nanti. Adapun PwK NW dan PwK PII Mesir, masing-masing akan mengadakan Daurah Intensif Mawarits, Wakaf dan Wasiat; serta Hardisk, semacam pojok diskusi kebahasaan. Meski sederet acara internal tersebut diselenggarakan oleh masing-masing afiliatif, namun harapannya, afiliatif-afiliatif lain turut aktif sebagai partisipan. “Dengan peringatan ini, saya harap kita, sesama santri al-Azhar bisa lebih saling terbuka,” beber Muhammad Ismail, Ketua HSN 2019 alumni PP. Amanatul Ummah ini.

Selain agenda internal afiliatif, panitia juga mengonsep pra-acara gabungan yang melibatkan seluruh panitia lintas afiliatif. Lomba-lomba di bidang seni, olahraga dan keilmuan; kegiatan baksos dan seminar keputrian terkait kode etik Masisirwati juga dijadwalkan turut mewarnai serangkaian acara puncak yang insya Allah jatuh pada 29 Oktober nanti. Sedangkan pada 22 Oktober, kegiatan hanya akan diisi dengan apel santri. 

Untuk diketahui, selain diisi dengan dialog kebangsaan, puncak perayaan HSN juga akan diselingi penampilan tiap-tiap afiliatif, teater gabungan, stan-stan pameran karya santri Nusantara dan pengumuman hasil lomba selama masa pra-acara. (hasuna)