Jaring Nahdliyin-Azhari Militan, NU Mesir Bentuk PCI GP Ansor

KAIRO, numesir.net—PCINU Mesir untuk pertama kali dalam kiprahnya di Bumi Kinanah mengadakan Diklat Terpadu Dasar (DTD) GP Ansor. Agenda tersebut digelar sebagai sebentuk rangkaian dari perekrutan kader GP Ansor yang selepas itu akan menjadi Ansor Cabang Mesir. Sebelum calon peserta mengikuti kegiatan DTD, terlebih dahulu para calon peserta wajib mengikuti sesi wawancara DTD.

Wawancara yang diadakan di Sekretariat PCINU Mesir ini diikuti oleh 223 orang, masih belum memenuhi kuota yang disediakan, yakni 300 peserta. Oleh karena itu, panitia pun memanjangkan masa pendaftaran wawancara yang tadinya dibuka selama tiga hari, mejadi empat hari sejak 1-4 Juli. Begitupun dengan sesi wawancara, dari yang rencananya hanya digelar dari Kamis sampai Jumat, diperpanjang sampai Sabtu malam. “Memang sengaja kami perpanjang karena banyak kegiatan yang berbenturan ketika interviu dilakukan. Tapi alhamdulillah, meskipun begitu, acara tetap berjalan tanpa kendala yang berarti,” terang Fajrul Falah, selaku Ketua Panitia DTD.

Ada sebelas pewawancara yang turut mewawancarai calon peserta yang terdiri dari pejabat Tanfiziyah PCINU Mesir maupun aktivis senior.  Setiap peserta mendapat waktu wawancara rata-rata sepuluh menit. Dalam sepuluh menit itu, terdapat dua garis besar materi yang ditanyakan dalam wawancara. Yang pertama adalah ideologi calon peserta. Yang kedua adalah wawasan  kebangsaan. “Saya ditanyai tentang ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, Pancasila, serta hubungan keduanya dengan Negara. Juga apakah saya rela bila Pancasila ini diganti dengan ideologi yang lain,” ujar Maulana (19), salah satu peserta.

Sementara itu, penilaian kelulusan calon peserta dilihat dari kecocokan ideologi dan wawasan calon peserta dengan manhaj NU. Semakin cocok ideologi dan wawasan kebangsaan calon peserta dengan NU, maka peluang diterimanya akan semakin besar. Dengan berbagai pertimbangan, pada Ahad, 7 Juli hasil interviu menyatakan semua peserta lolos dan bisa mengikuti tahapan DTD selanjutnya. “Harapannya, dengan adanya interviu ini, kita bisa menjaring kader-kader yang senada dan selaras dengan manhaj NU. Juga tentunya menjaring kader-kader NU yang militansinya kuat,” terang Azuma Muhammad, Sekjen Tanfiziyah PCINU Mesir periode 2018-2020. (dhika/hmdh)

Leave a comment