Kairo, numesir.net — Sebagaimana dalam siaran persnya, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Mesir telah memulai persiapan acara Bahtsul Masail Kubra (BMK) yang rencananya akan menjadi salah satu rangkaia peringatan Hari Santri Nasional 2019 pada Oktober mendatang. Acara yang setiap tahun rutin digelar ini sedianya akan bertempat di Aula Kelompok Studi Walisongo (KSW) pada Rabu, 16 Oktober 2019.

“Kami harap acara ini mampu menjadi wadah silaturahmi para Nahdliyin, khususnya melalui beberapa wadah alumni pesantren NU yang ada di Mesir”, ujar Ketua Panitia BMK, Ahmad Syukron Musyafa.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Panitia BMK, Moh. Ali Arinal Haq. Menurutnya, acara ini juga akan menjadi ajang untuk memperkenalkan “Bahtsul Masail” sebagai salah satu warisan berupa tradisi-ilmiah yang dimiliki NU. Selain itu, masih banyak Nahdliyin di Mesir yang menurutnya belum mengenal Lembaga Bahtsul Masail di bawah naungan PCINU Mesir.

“Sejak Rabu (18/9) kemarin, kami mulai mengirimkan undangan beserta lampiran deskripsi masalah yang akan dibahas. Kami mengundang 25 wadah alumni pesantren NU, 5 forum kajian, 4 afiliatif di antaranya PCI Muhammadiyah, Nahdlatul Watan, Al-Wasliyah, dan Persis.”, jelas Ali.

Bahtsul Masail Kubra kali ini, sebagaimana disebut dalam siaran pers, akan membahas dua soal utama dengan pendekatan fikih. Pertama, fenomena bimbingan belajar yang diadakan bersama-sama, laki-laki dan perempuan. Kedua, fatwa yang disampaikan di ruang publik hingga membuat polemik di tengah masyarakat.[]