Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Warta

PCI-JQH NU Mesir Adakan Laporan Pertanggungjawaban & Pemilihan Ketua Baru

numesir by numesir
6 October 2018
in Warta
0
0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“Seorang Azhari Harus Menguasai Seni Dakwah.” Ucap Rais Syuriah NU Mesir, KH. Muhlashon Jalaluddin.

Pengurus dan anggota PCI-Jamiy’atul Qurra’ wal Huffazh NU Mesir patut bersyukur ke Hadirat Allah Swt., karena Anda semua adalah termasuk yang dimaksud dalam sabda Nabi Muhammad Saw., “Khairukum man ta’allama al-Quran wa ‘allamahu”.

Hal itu disampaikan oleh Rais Syuriah PCINU Mesir, KH. Muhlashon Jalaluddin dalam sambutannya pada Pembukaan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Cabang Istimewa Jamiy’atul Qurra’ wal Huffazh (PCI-JQH) NU Mesir periode 2016-2018 di Aula Sekretariat PCINU Mesir di Nasr City Cairo, 27 September 2018.

“Melihat keberhasilan pengurus periode ini dalam menjalankan roda organisasi JQH di Mesir, saya berharap pengurus yang akan datang dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kepada yang lebih baik.” Kata Muhlashon.

“Selain itu, dalam konsep fastabiqul khairat, kita tidak boleh puas dengan apa yang telah kita capai. Kita dituntut untuk memacu diri dan menggali potensi secara maksimal sehingga menjadi yang terbaik. Sebagai Qaari’-Qari’ah, Hafizh-Hafizhah Alquran al karim, kita juga harus menguasai teknik dan seni berdakwah. Karena bagaimanapun, sebagai alumni Al-Azhar Mesir, tugas kita nantinya adalah berdakwah menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin di kampung dan lingkungan kita masing-masing,” tambah Rais Syuriah.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, Ilman M. Abdul Haq dalam sambutannya antara lain menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Badan Otonom PCINU Mesir yang menekuni Alquran ini.

“PCI-JQH NU Mesir dalam satu periode 2016-2018 ini telah membuat saya tercengang. Betapa tidak. Kegiatan yang begitu padat membaca, menghafal dan mengkaji Alquran mulai fajar Subuh menyingsing hingga larut malam mereka jalani secara tekun dan konsisten. Saya yakin tidak banyak yang dari warga NU yang mampu menjalaninya,” ungkat Ilman berapi-api.

Ketua PCI-JQH NU Mesir Periode 2016-2018, Muhammad Muflihun pada kesempatan tersebut menyampaikan laporan kegiatan JQH selama masa kepemimpinannya. Setelah laporan pertanggungjawaban dinyatakan diterima dan pengurus lama demisioner, Ketua Sidang kemudian memimpin prosesi pemilihan Ketua PCI-JQH baru, periode 2018-2020.

Seperti biasa, para Huffadz yang dicalonkan sebagai Ketua secara umum menolak dengan alasan masih banyak yang lebih pantas mempimpin organisasinya santri-santri Alquran tersebut. Karena musyawarah tidak mencapai mufakat, maka Sidang memilih jalur Voting. Suara terbanyak dalam voting diperoleh oleh mantan Sekretaris JQH NU Mesir, Sdr. Ali Al Ghiffari. Keputusan voting disambut riang oleh seluruh anggota, karena Ketua barunya adalah sosok yang tepat.

PCI-JQH NU Mesir diresmikan oleh PP JQH-NU pada tahun 2010. Santri yang ikut kegiatan tahfidh berjumlah 150 mahasiswa-mahasiswi. Dari jumlah tersebut, mereka ada yang ‘mondok di flat-flat JQH, sementara yang lain datang dan pergi ke pusat kegiatan menghafal Alquran JQH di kawasan Darrasah, Gamaleya, Cairo.

Pesantren Alquran JQH Cairo saat ini memiliki 3 flat, 2 untuk putra dan 1 untuk putri. Mereka yang mondok di flat JQH dibimbing langsung oleh para senior JQH.(*)

Tags: JQH
ShareTweetSend
numesir

numesir

Akun tim redaksi numesir.net 2022-2024. Dikelola oleh Divisi Website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) PCINU Mesir.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muktamar Menes 1938: Tonggak Awal Emansipasi Perempuan Nahdliyin (1)

Muktamar Menes 1938: Tonggak Awal Emansipasi Perempuan Nahdliyin (1)

26 August 2026
Krisis Identitas di Era Kemerdekaan

Krisis Identitas di Era Kemerdekaan

18 August 2024
Hasil Bahtsul Masail Kubro dengan Tema Childfree dan Remisi Narapidana Korupsi

Hasil Bahtsul Masail Kubro dengan Tema Childfree dan Remisi Narapidana Korupsi

18 November 2021
Mengenal Budaya dan Literasi Alumni al-Azhar

Mengenal Budaya dan Literasi Alumni al-Azhar

17 September 2021
Matinya Berfilsafat, Haruskah Imam al-Ghazali Bertanggung Jawab?

Matinya Berfilsafat, Haruskah Imam al-Ghazali Bertanggung Jawab?

22 December 2019
Syekh Ibrahim Al-Houdhoud Dalam Acara Maulid dan Haul Ulama Nusantara PCINU Mesir

Gandeng MDS-Fordaf, PCINU Mesir Gelar Maulid Nabi Bersama Mantan Rektor Al-Azhar

7 September 2026
Muktamar Menes 1938: Tonggak Awal Emansipasi Perempuan Nahdliyin (1)

Muktamar Menes 1938: Tonggak Awal Emansipasi Perempuan Nahdliyin (1)

26 August 2026

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025
NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

10 December 2025
Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

25 September 2025

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah