Pada hari Rabu (28/07), Divisi Budaya di bawah Lembaga Seni dan Budaya (LSB) PCINU Mesir periode ini mengadakan perekrutan anggota tetap Salon Budaya. Perekrutan ini bertujuan untuk menjaring anggota tetap agar kegiatan dan kajian Divisi Budaya menjadi lebih efektif dan kontinu.
Salon Budaya sendiri, menurut penuturan Ketua Divisi, Amirul Mukminin, yang biasa disapa Amir, ialah sebuah program kajian bersama, diskusi, riset, dan kepenulisan yang objek penelitiannya adalah budaya NU, Mesir, dan Al-Azhar. Hasilnya nanti akan disajikan dalam bentuk konten digital maupun buku.
“Dengan adanya beberapa rencana kerja yang harus segera dimulai, maka (LSB) membutuhkan anggota tetap yang berkompeten dan bersedia memprioritaskan waktunya untuk menyelesaikan proyek tersebut.”, tutur pemuda kelahiran Jambi itu.
Pendaftaran perekrutan sendiri telah dibuka sejak tanggal 19 hingga 26 Juli lalu, selama seminggu. Pendaftar yang masuk sebanyak 32 orang.
“Kami benar-benar ingin LSB mempunyai anggota yang bukan hanya tertarik tema-tema kebudayaan, melainkan juga siap dan loyal. Untuk itu kami adakan (penjaringan dengan sistem) interviu dan Focus Group Discussion (FGD).”, tambah Amir.
Acara yang digelar jam 10 pagi waktu Kairo kali ini dihadiri oleh Ketua Tanfidziah sektor LSB dan LMI (Lembaga Media & Informasi) Pandu AS dan Penasehat LSB Mu’hid Rahman.
Acara yang bertempat di sekretariat NU Mesir, Ad-Darrasah ini dimulai pada pukul 10.00 hingga 17.00 CLT. Dalam waktu 7 jam tersebut, acara diisi dengan sekilas-pandang LSBNU Mesir, Salon Budaya, dan proyek yang akan digarap. Sebelum proses interviu, peserta dibagi menjadi 3 gelombang untuk pelaksanaan diskusi kelompok terpumpun, dengan tema-tema umum dan ringan untuk melihat pembawaan dan keaktifan peserta.
Acara ini berlangsung dengan seru namun khidmat, tanpa adanya kendala dari awal hingga akhir.
Dalam sambutan-sambutannya, baik Pandu AS maupun Mu’hid Rahman juga berpesan agar pemuda-pemudi Nahdliyyin PCINU Mesir selalu semangat dan tidak berkecil-hati jika nanti tidak lolos seleksi.
“Kita bisa pastikan kerja-kerja kebudayaan dan acara kesenian nantinya akan tetap bisa diikuti oleh siapapun meski bukan anggota Salon Budaya.”, ucap Pandu AS. Sementara Mu’hid menutup sambutannya dengan pesan-pesan pengingat bahwa Nahdliyyin yang hadir patut bersyukur telah terpanggil untuk aktif di PCINU Mesir, khususnya lembaga yang berfokus pada seni dan budaya selagi di Mesir.











