Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Warta

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

numesir by numesir
25 September 2025
in Warta
0
0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kairo – Selasa malam, 23 September 2025, menjadi momen istimewa bagi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir. Dalam rangkaian lawatan resminya ke Mesir, Ketua PBNU, KH. Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), hadir di tengah-tengah Nahdliyyin Mesir bersama rombongan civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kehadiran Gus Ulil kali ini dikemas dalam agenda sarasehan PCINU Mesir bertema “Pendidikan Islam Hari Ini: Dari Tradisi, AI hingga Potensi Global.”

Selain Gus Ulil, sarasehan juga menghadirkan Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita Pudjibudojo atau yang akrab disapa Mas Widya, serta Maria Ulfa Fauzi, Direktur Pusat Edukasi Keuangan Syariah dan Gaya Hidup Halal UNU Yogyakarta sekaligus alumni Universitas Al-Azhar.

Sebagai pembuka, Maria Ulfa Fauzi berbagi pengalaman akademiknya di Al-Azhar. Menurutnya, Al-Azhar tidak hanya membangun malakah keilmuan semata, tetapi juga membentuk metode berpikir yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pada sesi berikutnya, Mas Widya menekankan pentingnya keterbukaan mahasiswa, khususnya yang menekuni ilmu agama, terhadap perkembangan zaman, terutama di bidang informasi dan teknologi. Ia menilai, perpaduan proporsional antara ilmu agama dan teknologi informasi mampu menjawab berbagai tantangan umat di masa kini maupun mendatang. Mas Widya berpesan agar mahasiswa dapat menjadi pribadi seperti huruf T: tajam dan mendalam dalam bidang keilmuan tertentu, sekaligus memiliki wawasan dan jejaring yang luas.

Memasuki inti acara, Gus Ulil membuka ulasannya dengan menyampaikan perkembangan terkini PBNU di bawah kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Menurutnya, Gus Yahya memainkan peran penting dalam mengorkestrasi kekuatan NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di dunia, salah satunya melalui instrumen digitalisasi.

Ia mencontohkan Digdaya Persuratan, sebuah sistem korespondensi digital yang mampu mencegah terjadinya salah korespondensi (malkorespondensi) yang kerap dipolitisasi pihak tidak bertanggung jawab. Dengan sistem ini, seluruh pengurus di berbagai tingkatan dapat mengakses dan mengawasi proses korespondensi secara transparan.

Lebih lanjut, Gus Ulil menegaskan bahwa PBNU saat ini berfokus pada sinkronisasi turats islamiy dengan realitas kehidupan modern, sehingga ajaran agama beserta pola pemahamannya dapat diterapkan dalam konteks berbangsa dan bernegara. Salah satu upaya strategis adalah melalui Proyek Fikih Peradaban yang digagas sejak awal kepemimpinan Gus Yahya. Proyek ini melibatkan kajian turats, perkembangan teknologi, dinamika sosial-ekonomi, serta diskusi intensif di ratusan pesantren dan perguruan tinggi NU, guna menemukan titik relevansi antara tradisi Islam dan tantangan kontemporer.

Reporter: MH. Syauqi Adnan

Tags: #KairoArtificial IntelligenceDigdaya PersuratanDigitalisasi NUFikih PeradabanGus UlilIbnu Khaldunnahdlatul ulamaPBNUPCINU MesirPendidikan IslamPotensi GlobalTradisi IslamTurats IslamiyUNU Yogyakarta
ShareTweetSend
numesir

numesir

Dikelola oleh Biro Media dan Informasi PCINU Mesir 2026-2027.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Syekh Yusri menyampaikan materi kitab mbah hasyim asyari

Nahdliyin Madura di Mesir Gelar Ngaji Kitab Karya KH. Hasyim Asy’ari

31 October 2026
Ratusan Peserta Ikuti Apel Hari Santri di Mesir, PCINU Mesir Apresiasi 43 Mahasiswa Berprestasi di Universitas Al-Azhar

Ratusan Peserta Ikuti Apel Hari Santri di Mesir, PCINU Mesir Apresiasi 43 Mahasiswa Berprestasi di Universitas Al-Azhar

22 October 2026
LD NU Peringati Hari Asyura dengan Ijazahan Hadits

LD NU Peringati Hari Asyura dengan Ijazahan Hadits

21 August 2021
Terima Kunjungan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, PCINU Mesir Siap Jalin Kemitraan Strategis

Terima Kunjungan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, PCINU Mesir Siap Jalin Kemitraan Strategis

30 October 2026
kopdar-nahdliyyin-betawi

Kopdar Nahdliyyin Betawi; Menghidupkan Kembali Api Ke-NU-an Masyarakat Betawi yang Meredup

19 February 2022
Syekh Yusri menyampaikan materi kitab mbah hasyim asyari

Nahdliyin Madura di Mesir Gelar Ngaji Kitab Karya KH. Hasyim Asy’ari

31 October 2026
Terima Kunjungan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, PCINU Mesir Siap Jalin Kemitraan Strategis

Terima Kunjungan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, PCINU Mesir Siap Jalin Kemitraan Strategis

30 October 2026
Ratusan Peserta Ikuti Apel Hari Santri di Mesir, PCINU Mesir Apresiasi 43 Mahasiswa Berprestasi di Universitas Al-Azhar

Ratusan Peserta Ikuti Apel Hari Santri di Mesir, PCINU Mesir Apresiasi 43 Mahasiswa Berprestasi di Universitas Al-Azhar

22 October 2026
Syekh Ibrahim Al-Houdhoud Dalam Acara Maulid dan Haul Ulama Nusantara PCINU Mesir

Gandeng MDS-Fordaf, PCINU Mesir Gelar Maulid Nabi Bersama Mantan Rektor Al-Azhar

7 September 2026
Muktamar Menes 1938: Tonggak Awal Emansipasi Perempuan Nahdliyin (1)

Muktamar Menes 1938: Tonggak Awal Emansipasi Perempuan Nahdliyin (1)

26 August 2026

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah