Rabu (4/8), Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar melantik jajaran pengurus PCINU Mesir dan Badan otonom (Banom), sekaligus meresmikan Sekretariat Permanen PCINU Mesir. Turut hadir dalam acara tersebut secara online Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Mesir dan jajaran pengurus besar Nahdlatul Ulama dari Indonesia, diantaranya KH. Said Aqil Siradj dan KH. Helmy Faishal Zaini. Tentu saja, hal ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi masyarakat PCINU Mesir.
Rais Aam PBNU mengatakan bahwa keberkahan dalam tubuh NU tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia saja, akan tetapi dirasakan oleh seluruh dunia. Beliau juga menegaskan bahwa NU lahir dari SK (surat keputusan) para wali, yaitu ketika KH. As’ad Syamsul Arifin diutus oleh KH. Kholil Bangkalan untuk membawakan tongkat, lembaran tulisan Alquran surat Taha ayat 17-23, dan tasbih kepada KH. Hasyim Asy’ari, dengan harapan agar Nahdlatul Ulama bisa sesakti tongkatnya Nabi Musa. Jadi, saya berharap kepada kalian semua untuk sungguh-sungguh dalam mencari ilmu agar mampu melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama ke depannya.
Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj juga mengucapkan selamat dan rasa bahagianya atas peresmian sekretariat PCINU Mesir, dan beliau berpesan terhadap warga Nahdliyyiin untuk berkonsisten menyebarkan agama Islam ala Rahmatan Lil ‘alamin, karena sejatinya benteng penjaga ahlussunahwaljamaah di zaman sekarang yaitu Mesir dan Indonesia. Selain itu, beliau mengharapkan terhadap kader-kader Nahdhlatul Ulama ketika pulang ke Indonesia agar membawa ilmu sebanyak-banyaknya dari tanah Arab, tapi tidak meninggalkan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sehingga mampu mengimplementasikan Islam yang kasih sayang, dan tidak bersebrangan antara nasionalisme dan keagamaan.
Dubes Lutfi Rauf mengimbau kepada Mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Negeri Kinanah agar tetap waspada terhadap perekembangan kasus covid-19, meskipun jumlah kasus covid-19 di Mesir mengalami penurunan. Tidak kalah penting, kita harus mencermati perkembangan dan peningkatan covid-19, karena Kementrian Kesehatan Mesir mengatakan bahwa pada gelombang kedua ini, kemungkinan virus varian delta SARS-Cov-2 akan memasuki Mesir. Maka dari itu, saya mengimbau agar tidak panik dan terus berkonsisten menaati prokes serta mengurangi mobilitas yang dirasa kurang mendesak.
Pukul 14.30 acara pun ditutup oleh pembawa acara dengan sesi foto bersama jajaran pengurus PCINU Mesir, dan selanjutnya diakhiri dengan acara ramah tamah sebagaimana kultur masyarakat Nahdlatul Ulama di Indonesia. (iman)










