Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Warta

ALC: Warga NU yang Tak Tanamkan Nilai Pancasila Tak Patut Disebut Nahdliyin

numesir by numesir
23 August 2021
in Warta
0
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-76, Marhalah Aksara mengadakan diskusi kebangsaan pada  Jumat (20/8) di Sekretariat PCINU Mesir, Darrasa.

Dikemas dalam sebuah forum bernama ALC (Azhari Lawyers Club), diskusi yang terbatas dihadiri oleh Marhalah Aksara itu mengangkat tajuk Siapakah yang Pancasilais?

Nur Iman, salah satu panelis menjelaskan pandangan Imam Asy’ari dan KH Hasyim Asy’ari tentang Pancasila. Namun, ia  tak banyak menjelaskan tentang makna apa itu pancasilais. Menurutnya, istilah tersebut terlalu luas.

Syihabuddin, sebagai panelis kedua mengupas Pancasila serta bagaimana sekiranya masing-masing dari kelima sila tersebut bisa diamalkan sesuai konteks hari ini. “Siapapun yang  menanamkan nilai dan moral Pancasila ia disebut Pancasilais,” tegas aktivis LBM itu.

Menurutnya, NU sebagai organisasi yang lahir dan tumbuh dari rakyat cilik telah dan terus berupaya menegakkan nilai-nilai universal yang ada di kelima sila termaksud.

Tak pantas, menurutnya, bila ada seorang Nahdliyin yang abai terhadap ejawantah sila-sila yang telah disepakati oleh ulama dan para tokoh pendiri bangsa dalam kehidupan sehari-hari. “Apabila ada orang NU yang tak menanamkan Pancasila maka tak patut disebut NU,” tambahnya.

Panelis ketiga, Fanani memaparkan politik kelas, identitas dan sejarah Indonesia. Kapan dibentuk Pancasila, bagaimana proses pembentukannya dijelaskan oleh Fanani dengan mengutip dari Kompas. “… rakyat Indonesia tak bertindak dan beretika karena agama, melainkan mereka beragama karena beretika,” ungkapnya.

Di sela-sela pemaparannya, Fanani menambahkan bahwa contoh tokoh yang patut dilabeli Pancasilais adalah Gus Dur, Habibie dan Amin Rais.

Reporter: Tim Marhalah Aksara
Editor: Hamidah

ShareTweetSend
numesir

numesir

Akun tim redaksi numesir.net 2022-2024. Dikelola oleh Divisi Website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) PCINU Mesir.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

21 April 2024
Karakteristik Nalar Arab

Karakteristik Nalar Arab

20 July 2021
Neo-Salafisme Wahabi; Dilema Pengusung Ultra-tekstualisme Agama

Resolusi Jihad: Dulu dan untuk Kini(?)

21 October 2018
Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

15 April 2020

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025
NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

10 December 2025
Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

25 September 2025
Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

25 September 2025
Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

16 September 2025

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah