Jumat, 19 April 2024, PCINU Mesir mengadakan acara bertajuk Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin di Gedung Pertemuan Masjid al-Salam, Bawabat 1, Hay Asyir. Acara yang bertepatan dengan momen idulfitri itu bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga Nahdliyin yang berdomisili di Mesir. Di momen ini, diaspora Nahdliyin di Mesir yang terdiri dari NU Jawa, NU Sunda, NU Sasak, NU Betawi dan sebagainya berkumpul bersama untuk meramaikan jalannya acara.
Uniknya, sebelum acara dimulai, kawan-kawan NU Betawi mempersembahkan Palang Pintu untuk menyambut kedatangan para tamu undangan. Palang Pintu sebagai tradisi yang menggabungkan antara seni bela diri dan seni seni sastra pantun itu menjadi semacam upacara simbolis dibukanya Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin ini. Syahdan, upacara simbolis itu mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari segenap hadirin yang sudah berada di dalam ruangan Gedung Pertemuan Masjid al-Salam.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa sambutan, di antaranya dari ketua pelaksana Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin, Fawaid Zuhri, Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, K.H. Faiz Husaini, Lc., MA., dan DCM KBRI Kairo, M. Zaim Ahmad Nasution. Dalam sambutannya, Fawaid Zuhri menyampaikan, “Momen Halalbihalal ini menjadi momen yang sudah menjadi tradisi yang baik yang memang harus dilanjutkan. Apalagi kita ada di perantauan, di negeri orang, itu menjadi kebanggaan tersendiri.”
Gebyar acara Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin ini juga menyediakan 15 stan bazar di pelataran sebelum pintu masuk Gedung Pertemuan Masjid al-Salam. Berbagai menu makanan khas nusantara seperti ketoprak, gado-gado, cilok, empek-empek, pisang krispi dan sebagainya dihidangkan di sana dengan harga yang relatif murah sesuai kantong mahasiswa.
Selain itu, juga terdapat stan yang difasilitasi LTN PCINU Mesir yang secara khusus menjual beberapa buku hasil proyek kawan-kawan Lakpesdam PCINU Mesir di antaranya Suni dalam Paradigma Kontemporer; Dialektika Tradisi dan Realitas, Peta Epistemologi Pemikiran Islam Klasik; Dari Filsafat al-Farabi sampai Maqashid as-Syatibi dan Universalitas Islam; Membaca Corak Paradigma Tokoh-tokoh Pilihan. Ikrom Mausuli, selaku ketua LTN menuturkan tujuan diadakannya bazar buku ini, “Sebagai upaya warga Nahdliyin di Mesir, khususnya melalui lembaga kajian, untuk meningkatkan kembali dahaga intelektualitas di tengah gempuran doomscrolling Masisir zaman now.”
Acara Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin ini juga diramaikan oleh hiburan dan penampilan seni yang beragam mulai dari persembahan syiir Arab sampai pencak silat Pagar Nusa. Di momen itu, panitia juga memberikan kesempatan untuk anak-anak TPQ al-Raudlah untuk mementaskan puisi, tari dan drama. Acara ditutup dengan pembagian doorprize dengan berbagai bingkisan hadiah yang menarik dari panitia. Semoga acara ini dapat menjadi ajang bagi warga Nahdliyin di Mesir untuk saling bertukar sapa setiap tahunnya selama di perantauan. (Jie)











