Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Kajian

Inklusivitas sebagai Upaya Autokritik Episteme Sunni

numesir by numesir
23 August 2021
in Kajian
0
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

LAKPESDAM PCINU Mesir Kembali melanjutkan program kajian reguler. Kajian yang digarap dalam proyek Ahlusunah dalam Paradigma Kontemporer ini digelar pada Selasa, 10 Agustus 2021 di Sekretariat PCINU Mesir, Darrasah. Asah Mia Ugi, selaku pemakalah mengangkat pembahasan menarik dengan judul Autokritik atas Episteme Suni; Melacak Spirit Inklusivitas dalam Kesadaran Keberagamaan.

Pembahasan di dalam makalah itu tak terlepas dari kegelisahan pemakalah yang melihat adanya hegemoni wacana Islam Sunni sebagai produk pemikiran yang diamini banyak orang. Hal ini mendorong pemakalah untuk mencoba mengupas kerangka epistemik Sunni sebagai mazhab mayoritas yang membentuk paradigma keberagamaan tertentu di antara mazhab-mazhab minoritas lainnya.

Pada subjudul pertama, pemakalah memaparkan embrio perpecahan dalam tubuh Islam. Pemakalah berkesimpulan bahwa konflik yang terjadi di masa awal-awal Islam masih bergerak pada ranah praktis dibanding teoretis. Hal ini disebabkan umat Islam belum memiliki perangkat epistemologi yang cukup memadai.

Berangkat dari konflik-konflik tersebut, pemakalah memaparkan bagaimana perkawinan ilmu pengetahuan dan kekuasaan mempengaruhi terjadinya pembakuan disiplin-disiplin ilmu pengetahuan. Hal ini salah satunya terlihat dari bagaimana al-Dzahabi yang tidak menuliskan sejarah kodifikasi keilmuan Islam versi Syiah.

Pada subjudul selanjutnya, pemakalah memaparkan adanya problem eksklusivisme dan ortodoksi dalam tubuh Sunni. Dalam salah satu argumentasinya, pemakalah melihat bahwa wacana-wacana keislaman yang telah terbakukan tak jarang dianggap final dan karenanya, fakta historis luput dari pengamatan. Menyikapi hal tersebut, pemakalah mencoba menawarkan empat pendekatan dalam rangka mewujudkan wajah baru Sunni yang inklusif. Pertama, membuka akses historisitas pembacaan teks-teks sakral ataupun warisan kebudayaan Islam lainnya. Kedua, menggeser nalar ushuli menuju nalar inter-disiplin. Ketiga, membuka dialog pada wilayah epistemologis maupun praktis dengan wacana-wacana baru di luar dirinya. Keempat, mengupayakan pembentukan relasi mutual antara Sunni dan pemegang kekuasaan dalam rangka membumikan wajah baru Sunni yang inklusif.

Walaupun pemakalah telah menulis dan memaparkan makalahnya dengan cukup baik, namun hal itu tidak menjadikannya bebas dari kritikan anggota kajian. Salah satu kritik penting dari rekan kajian adalah mengenai kurangnya referensi otoritatif dari literatur Sunni yang dijadikan rujukan oleh pemakalah. Di sisi lain, tawaran pendekatan yang dijelaskan pemakalah juga terlalu umum dan meluas.

Hal lain yang menjadi pusat kritik di antaranya mengenai kerangka makalah, seperti diksi di dalam judul yang tidak dijelaskan secara detail. Begitu juga, ketidaksinkronan subjudul nalar Arab dan era kodifikasi keilmuan Islam yang dinilai terlalu umum dan tidak secara khusus menjelaskan nalar Sunni. Beberapa diksi dalam makalah juga masih berupa bahasa verbal. Setelah pemaparan makalah dan sesi kritik dan tanggapan, kajian yang berlangsung kurang lebih tujuh jam tersebut diakhiri dengan antap hidangan bersama.

Reporter: Tim LAKPESDAM PCINU Mesir
Editor: Hamidah

ShareTweetSend
numesir

numesir

Akun tim redaksi numesir.net 2022-2024. Dikelola oleh Divisi Website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) PCINU Mesir.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

21 April 2024
Karakteristik Nalar Arab

Karakteristik Nalar Arab

20 July 2021
Neo-Salafisme Wahabi; Dilema Pengusung Ultra-tekstualisme Agama

Resolusi Jihad: Dulu dan untuk Kini(?)

21 October 2018
Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

15 April 2020
Ramadan dan Takwa

Ramadan dan Takwa

21 May 2020

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025
NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

10 December 2025
Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

25 September 2025
Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

25 September 2025
Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

16 September 2025

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah