Kairo, Minggu (19/9) Gerakan Pemuda Ansor Mesir dan PCI Fatayat Mesir menggelar konferensi cabang (konfercab) guna memilih ketua baru dan merancang agenda kerja dua tahun ke depan. Acara ini dilaksanakan di sekretariat NU Darasah. Turut hadir pada konfercab kali ini ketua Tanfiziah, Rais Syuriah dan Presiden PPMI Mesir. Acara ini diikuti oleh seluruh anggota Ansor-Fatayat secara offline dan online.
Bagi Ansor, konfercab ini adalah yang pertama kali diselenggarakan. Sedangkan untuk Fatayat konfercab kali ini adalah yang ke-13. Konfercab kedua banom PCINU Mesir ini memang sengaja digabung untuk efisiensi waktu dan tenaga. Serta mengingat bahwa kerja sama keduanya sangat dibutuhkan untuk bersinergi lebih kuat lagi ke depannya.
Dimulai dengan pembacaan tata tertib, sidang konfercab membahas tiga hal. Pertama, laporan pertanggungjawaban Ansor dan Fatayat. Laporan tersebut resmi diterima namun dengan syarat perlu direvisi dengan jangka waktu terbatas sesuai kesepakatan antar pengurus.
Selepas pembacaan acara laporan pertanggungjawaban (lpj) dan kritik atas lpj selesai, acara selanjutnya yaitu membahas hasil rekomendasi program kerja untuk dua tahun ke depan. Rekomendasi tersebut adalah hasil dari rapat pengurus Ansor dan Fatayat dua hari sebelumnya dengan mengundang pengurus tanfiziah dan perwakilan dari setiap marhalah. Rapat komisi ini dibagi menjadi empat bidang. Yakni keilmuan, media, sosial dan ekonomi, dan seni budaya.
Terakhir, sidang dilanjutkan dengan pemilihan ketua baru Ansor dan Fatayat. Hilmi Sirojul Fuadi terpilih menjadi ketua Ansor periode 2021-2023. Ia dipilih dengan sistem musyawarah oleh para ahwa (ahlu al-halli wa al-aqdi).
Sementara untuk Fatayat, ketua terpilih untuk periode selanjutnya adalah Dzurriyah Ahsantiyah. Berbeda dengan Ansor, sistem pemilihan ketua Fatayat melalui sistem voting yang dibuka sejak acara dimulai.
Sidang konfercab digelar di akhir setiap masa jabatan Ansor dan Fatayat. Bagi keduanya acara ini sangatlah penting untuk mengevaluasi kerja periode yang telah lalu. Ketua Ansor terpilih yang juga ketua plt. periode sebelumnya, Hilmi, menegaskan: “Dari sisi program kerja, mungkin sekarang lebih paham aja gerak Ansor ke arah mana. Meski tentu enggak berarti bahwa orientasi gerakan Ansor di Mesir sudah benar-benar matang dan mapan, tapi seenggaknya, titik cerahnya semakin kelihatan.”
Kemudian dari sisi sinergisitas antara Ansor dan Fatayat, Hilmi menjelaskan bahwa kedepannya Ansor dan Fatayat diberi tugas untuk menjadi penggerak kaderisasi kemahasiswaan yang ada di bawah naungan PCINU Mesir di berbagai bidang. Sementara program kerja PCINU (Tanfidziyah) akan bergerak ke ranah yang lebih strategis dan berjangka panjang. Singkatnya, urusan kemahasiswaan kedepannya akan dipegang oleh Ansor dan Fatayat.
Soal sinergisitas juga disinggung Dzurriyyah dalam sambutannya, ia mengatakan: “Periode ini berbeda dengan periode sebelumnya, karena di periode ini ada sinergisitas Fatayat dengan Ansor. Akan selalu saya usahakan yang terbaik untuk Fatayat, Insyaallah.”
Reporter: Arif Sutami dan Nailul Wirdah
Editor: Nailul Wirdah












Selamat atas suksesnya Konfercab