KAIRO, numesir.net—PCINU Mesir kali ini berkolaborasi dengan El-Montada Mesir dalam acara Kongko Ramadan. El-Montada Mesir sendiri merupakan sebuah organisasi independen yang beranggotakan mahasiswa pascasarjana Indonesia dari berbagai universitas di Mesir termasuk al-Azhar.
Kongko Ramadan ini diadakan pada Kamis malam Jum’at, 28 Ramadan 1443 atau 29 April 2022 di Aula KAHHA PCINU Mesir, Darrasah, Kairo. Acara ini adalah bagian dari peringatan milad al-Azhar ke-1.082 yang jatuh pada tanggal 7 Ramadan lalu. Meskipun begitu, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya penyegaran pesan-pesan dan sejarah al-Azhar agar bisa lebih diketahui oleh Masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir) secara umum.
“Acara ini juga merupakan ikhtiar kita dalam mewujudkan kecintaan terhadap al-Azhar. Mengutip quotes dari Prof. Dr. Mihrashawi, Rektor Universitas al-Azhar, ‘semakin bertambah kecintaan kita terhadap al-Azhar, semakin bertambah pula atha’ atau anugerah Allah SWT kepada kita’. Semoga kita semua mendapatkan anugerah dari-Nya”, jelas Bapak Faiz Husaini, Lc., MA. Ketua El-Montada Mesir.
Kongko Ramadan ini adalah acara yang efektif bagi para Masisir, terutama mahasiswa baru untuk mengetahui seluk-beluk lembaga al-Azhar. Terlebih, topik pembahasan kongko ini dipresentasikan oleh para pemateri yang mumpuni dalam kajian sejarah, sehingga para peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif.

“Barangkali rutinitas kita yang hanya menyentuh sebagian kecil dari wilayah institusi al-Azhar, justru membatasi pengetahuan kita tentang kebesaran al-Azhar, sejarah dan seluk-beluknya secara mendalam. Padahal, sebagaimana kita tahu, al-Azhar lebih besar daripada sekadar perkuliahan dan majelis taklim,” ungkap Rikza Aufarul Umam, Lc. selaku Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir.
Acara ini memperbincangkan sejarah al-Azhar dari tiga aspek: arsitektur, tradisi keilmuan serta undang-undang yang mengiringi perjalanan panjang al-Azhar. Kongko Ramadan ini dipimpin oleh Alfan Humaidi, Lc. atau yang akrab disapa Cak Sewu. Dirinya membuka dialog dengan menyoroti awal sejarah al-Azhar secara garis besar agar lebih sistematis.
Selanjutnya, Amirul Mukminin, Lc. selaku pembicara pertama mengulas ihwal tradisi keilmuan di al-Azhar. Pembahasannya bermula dari periode awal kemunculan majelis taklim di Mesir. Dirinya memaparkan bahwa majelis-majelis ilmu di lingkungan al-Azhar sempat mengalami mati suri dan telah melewati berbagai dinamika. Dirinya juga menjelaskan tentang mizâniyyah; suatu beasiswa yang diberikan untuk para pelajar al-Azhar dan berbagai hal lain terkait urusan ta’lîm wa tadrîs dalam al-Azhar. Sementara itu, Munawwar Ahmad, Lc. selaku pembicara berikutnya menyoroti qanun-qanun al-Azhar yang turut mengiringi perkembangannya.
Acara yang dimulai pukul 21.45 WLK ini ditutup dengan sesi tanya jawab oleh peserta acara dan berakhir sekitar pukul 02.00 WLK. Meskipun sampai larut malam dan sempat mengalami kendala listrik, para peserta tetap antusias menyimak dan melempar berbagai pertanyaan di akhir sesi. Melihat antusiasme para peserta, Bapak Faiz berharap El-Montada Mesir dapat berkolaborasi kembali dengan PCINU Mesir untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan positif.
Pewarta: Muhammad Ainunnadlif











