Dalam rangka regenerasi, buletin Bedug membuka pendaftaran rekrutmen kru baru pada 29 Juli sampai 8 Agustus 2002 lalu. Sejak berdiri pada 2015, buletin Bedug telah mengadakan pergantian kru sebanyak tujuh kali.
Berkat konsistensi penerbitan selama hampir satu windu ini, tak heran jika Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) tertarik untuk belajar menulis di lembaga yang bernaung di bawah LMI PCINU Mesir itu.
Tercatat, dari 80 pendaftar sebanyak 60 peserta berhasil mengikuti rangkaian seleksi hingga akhir. Ini adalah jumlah signifikan jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya yang terhenti pada kisaran 30-40 pendaftar.
Proses seleksi dibagi menjadi dua tahap; pertama, tahap pra-wawancara. Para pendaftar diwajibkan menulis opini sebagai syarat memasuki tahap berikutnya. Kedua, tahap wawancara, dimana peserta diminta untuk memaparkan hasil tulisan opini sebelumnya. Selain itu, panitia juga menyeleksi kemampuan memahami teks berbahasa Arab dan Inggris, perkembangan wacana pemikiran yang berlangsung serta integritas dan kepribadian.
Mengenal sebaik mungkin calon kru merupakan alasan dilangsungkannya seleksi tersebut. Karena beberapa aspek yang telah disebut di atas, seleksi dilaksanakan selama dua hari selama 22 hingga 23 Agustus.
Antusiasme peserta selama dua hari seleksi meninggalkan kesan mendalam bagi M. Ainunnadlif, ketua pelaksana. “… biasanya di hari kedua oprek peserta yang datang berkurang banyak. Kami sangat mengapresiasi keantusiasan peserta yang hadir di oprek Bedug tahun ini,” tutur alumnus Pondok Darul Quran wal Irsyad, Gunung Kidul, Yogyakarta itu.
Hal lain yang menurutnya menarik ialah beragamnya latar belakang para peserta seleksi. Selain mahasiswa, pelajar di tingkat ma’had serta Markaz Bahasa juga turut mendaftar. Mereka juga memiliki kesibukan yang berbeda-beda.
Tujuan peserta mengikuti rekrutmen juga bermacam-macam. Andre, salah satu dari mereka bertutur, “Tujuan saya untuk menjadi anggota Bedug adalah guna meningkatkan kemahiran, dan wawasan saya dalam dunia literasi serta kepenulisan.” Ia juga mengimbuhkan, bahwa Bedug merupakan sarana yang tepat bagi mereka yang ingin mengembangkan keahlian dalam menulis.
Sebanyak 57 peserta mengikuti seturut rangkaian seleksi hingga akhir. Dari jumlah tersebut terpilih 29 anggota redaktur, 2 anggota sosial media serta 2 anggota manejemen situs web. (Aziz o)











