Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Warta

Kemenag RI: Kemerdekaan Indonesia adalah Perjuangan Semua Kelompok Agama

numesir by numesir
5 December 2022
in Warta
0
0
SHARES
94
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sebanyak 200-an mahasiswa Indonesia di Mesir memadati Auditorium Prof. Fadel al-Qushi di Markaz Syekh Zayed pada Kamis siang lalu (30/11). Mereka turut meramaikan Simposium Intelektual yang digelar oleh Lakpesdam PCINU Mesir bekerja sama dengan Puslitbang Bimas Kemenag RI.

Simposium yang membawa tema Fikih Peradaban Merawat Moderasi Beragama ini diusung dalam rangka menyambut Konfercab XII PCINU Mesir serta perayaan Satu Abad NU pada Februari 2023.

Fikih Peradaban adalah wacana Islam baru yang digagas oleh Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU sebagai cara pandang alternatif dalam menata dunia yang sedang menjadi (the world in the making) kini.

Harapannya, gagasan segar Fikih Peradaban bisa membawa kontribusi nyata untuk kaos yang melanda kehidupan manusia dalam berbagai lini.

Secara praktis, Fikih Peradaban menekankan perspektif kemanusiaan dalam melihat berbagai persoalan seperti krisis lingkungan, fikih kewarganegaraan dan kekerasan seksual.

Nilai-nilai kesetaraan, keadilan dan kemanusiaan ini menjadi pijakan Muktamar Internasional Fikih Peradaban ke-1 yang sedianya digelar pada 15 Rajab 1444/6 Februari 2023 mendatang di Jakarta.

Salim Abu Ashi, Guru Besar Tafsir Universitas al-Azhar sebagai pembicara sesi pertama Simposium mengingatkan bahwa tugas dai ialah menumbuhkan akidah yang benar di jiwa masyarakat. Pertikaian sering kali muncul dari pemahaman akidah yang menyimpang.

Ia juga menegaskan bahwa seseorang akan sulit memahami kewarganegaraan tanpa memahami apa makna negara dan warga. Kewarganegaraan hanya bisa dibicarakan setelah masing-masing warga menyepakati dasar dan cita-cita negaranya.

Ulama Ahlusunah wal Jamaah menyatakan bahwa cinta tanah air tidak bertentangan dengan agama. Sayangnya, kelompok ekstrem selalu berupaya menemukan kontradiksi antara beragama dan bernegara. Mereka ingin meletakkan agama di atas negara.

Adapun terkait pemikiran ekstrem di Indonesia, riset BNPT pada April 2017 menemukan bahwa gejala radikalisme sudah mulai menyebar di kalangan mahasiswa. Sebanyak 39% mahasiswa di Tanah Air tertarik ke organisasi radikal (mengganti ideologi negara).

Pemikiran ekstrem, menurut Nizar Ali, Wakil Ketua Umum PBNU disebabkan oleh cara pandang, sikap, perilaku yang salah atas agama maupun negara. Cara pandang dan sikap eksklusif inilah yang melahirkan intoleransi terhadap kelompok, etnis maupun umat beragama lain.

Sikap eksklusif dan intoleran ini menyalahi fitrah suci manusia dan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Adapun dalam konteks Indonesia, sikap tersebut juga menyalahi kesepakatan para pendiri bangsa.

“Kemerdekaan Republik Indonesia adalah hasil perjuangan semua agama,” tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Agama itu.

Adapun indikator pemikiran ekstrem, menurut Nizar bisa diukur melalui komitmen kebangsaan, toleransi (dalam melihat pakaian wanita, misal), anti kekerasan, serta adaptif terhadap budaya dan tradisi.

DCM Aji Surya dalam sambutannya sebagai perwakilan Duta Besar RI di Mesir melaporkan bahwa 70% mahasiswa Indonesia di Timur Tengah belajar di al-Azhar.

Dengan presentase yang cukup besar ini, Pak Dhe (sapaan akrabnya) optimis wajah Indonesia pada sepuluh tahun mendatang akan lebih damai dengan nilai-nilai moderatisme.

 

ShareTweetSend
numesir

numesir

Akun tim redaksi numesir.net 2022-2024. Dikelola oleh Divisi Website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) PCINU Mesir.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

21 April 2024
Karakteristik Nalar Arab

Karakteristik Nalar Arab

20 July 2021
Neo-Salafisme Wahabi; Dilema Pengusung Ultra-tekstualisme Agama

Resolusi Jihad: Dulu dan untuk Kini(?)

21 October 2018
Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

15 April 2020
Ramadan dan Takwa

Ramadan dan Takwa

21 May 2020

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025
NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

10 December 2025
Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

25 September 2025
Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

25 September 2025
Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

16 September 2025

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah