KAIRO—Sabtu (27/07) TPQ ar-Raudlah sukses melaksanakan Gebyar Muharam upaya menyemarakkan bulan Muharam dan sebagai momentum silaturahmi antara wali santri dan guru. Kegiatan yang sudah jauh-jauh hari disiapkan dan terkonsep rapih oleh dewan guru ini bertempat di Aula KEMASS Mesir (Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan).
Sebagaimana tentatif acara, kegiatan ini memulai open gate sedari pukul 12.30 WLK yang menjadi pertanda para santri dan wali santri serta tamu undangan mulai berdatangan. Setelah maraknya hadirin yang datang, seperti biasa, acara diawali dengan pembukaan yang dilanjut dengan tilawah, dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Ahlal Wathon.
Tak hanya sebagai ajang silaturahmi, Ibu Yuli Hermawati-selaku ketua panitia-, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tahunan ini juga bertujuan untuk melatih kepercayaan diri pada anak serta memompa semangat baru bagi santri-santri TPQ ar-Raudlah. Beliau juga tak luput mengucapkan terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan putra-putrinya memeriahkan acara ini dengan sangat antusias.
Beranjak ke sambutan kedua yang disampaikan oleh Rais Syuriah PCINU Mesir, K. H. Muhlashon Jalaluddin. Dalam sambutannya, beliau memaparkan pentingnya belajar al-Qur’an sejak dini dari ahlinya. “Masih banyak juga, sekolah-sekolah yang mengajarkan al-Qur’an tetapi yang mengajar bukanlah ahlinya, jadi masih banyak kekeliruan yang harus dibenahi. Oleh karenanya, dari TPQ inilah kita mendidik anak-anak sedini mungkin untuk mengenal al-Qur’an,” ujar beliau.
Setelah sambutan selesai, acara pun beralih ke penampilan para santri-santri TPQ ar-Raudlah. Penampilan-penampilannya sangat mengesankan, menarik, dan kreatif. Ada 5 penampilan dalam satu acara ini, yaitu (1) Menari dari santri-santri TPQ Bawwabat, (2) Menyanyi dan Puisi, (3) Uji Publik Jilid 6, (4) Peraga Surat Terjemah, (5) Menari dari santri-santri TPQ Darrasah.
Tak hanya itu, di selang penampilan-penampilan tersebut dewan guru juga menyisipkan waktu untuk ice breaking dan Ishoma. Kegiatan pun diakhiri dengan doa, foto bersama dan bercengkerama hangat antar wali santri dengan guru. Sampai-sampai, ada pesan dan kesan menarik dari kegiatan ini. “Alhamdulillah, acaranya sangat seru juga menguras tenaga. Akan tetapi, itulah yang menjadi kebahagiaan kita sebagai pengajar, yaitu melihat anak-anak sangat ceria dan menunjukkan bakatnya di depan orang tua mereka,” ucap salah seorang guru.
Dari para wali santri pun tak jauh berbeda. Mereka banyak-banyak mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan Gebyar Muharam ini yang memberi banyak manfaat. “Gebyar Muharam merupakan salah satu acara yang ditunggu anak-anak dan para wali santri. Selain untuk mengasah mental anak juga untuk menggali kecenderungan anak itu lebih ke bidang apa. Acara Gebyar kali ini lebih seru lagi karena ada keterlibatan wali santri ketika uji publik. Semoga kompak selalu para guru semuanya, berkah manfaat dunia akhirat,” pesan dan kesan terakhir dari wali santri. (Raja)











