Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Kajian

Laporan Kajian: Polemik Kebangsaan dan Tanah Air dalam Pandangan Radikalis

numesir by numesir
13 September 2019
in Kajian
0
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Laporan Kajian Reguler LBM PCINU Mesir 27 Agustus 2019

Diskusi kali ini berupaya menghadirkan problematika kekinian yang dikemas apik melalui tinjauan kaca mata usul fikih sebagai bahan dasar dalam memahami ayat-ayat al-Quran atau Hadits Nabi yang sering kali disalahartikan. Penulis memulai makalahnya dari latar belakang krisis yang terjadi akibat kehancuran kerajaan Turki Usmani, dimana hal tersebut memancing maraknya gerakan-gerakan yang menginginkan kembali terbentuknya kekuatan negara Islam. Di antara gerakan tersebut menjelma sebagai gerakan radikalis yang berusaha mengembalikan kejayaan Islam namun dengan ideologi yang keras.

Dalam makalahnya, penulis menyinggung situasi yang berkaitan dengan kerancuan pemikiran kaum radikalis tentang paham “tanah air” dan paham “kewarganegaraan”. Menurutnya, kaum radikalis tidak mengartikan tanah air sebagai negara kesatuan yang harus dijunjung tinggi martabatnya, melainkan yang dimaksud tanah air adalah kondisi dimana setiap warga negara menjalankan aturan-atauran yang sudah digariskan oleh syariat Islam. Sementara maksud dari kewarganegaraan, mereka (kaum radikalis) mempunyai konsep al-Walā’ wa al-Barrā’ sebagai prosedur yang harus dijalani dalam kaitannya berinteraksi antara kaum Muslim dan kaum non-Muslim.

Untuk menunjang seberapa relevankah paham kebangsaan itu dan singkronisasinya dengan turats Islami, maka penulis mengungkapkan argumentasi-argumentasi yang berkenaan dengan cinta tanah air. Salah satunya adalah Allah SWT berfirman: “Dan sekalipun telah kami perintahkan kepada mereka, ‘Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu’, namun ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil darinya”. Dalam hal ini, Ibnu Hajar memberikan komentar bahwa meninggalkan tanah air disejajarkan dengan berperang. Bahkan lebih jelasnya, Hadits Nabi menyebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas, ketika Nabi Saw keluar dari Makkah, beliau berkata: “Demi Allah, aku akan keluar darimu dan sesungguhnya aku mengerti bahwa engkau (Makkah) adalah negara yang aku cinta dan paling mulia menurut Allah”. (HR Abu Ya’la)

Pada akhirnya penulis mencoba mengkias kan kebangsaan dengan Piagam Madinah dengan bantuan berbagai indikasi yang mengarah pada jalan kedamaian sebagaimana yang sering Nabi sabdakan dalam berbagai redaksi Hadits. Tidak lupa, penulis juga mencantumkan berbagai hal yang mencerminkan bentuk ekspresi kecintaan terhadap tanah air, seperti hormat bendera, kesetaraan hak setiap warga dan hidup majemuk berdampingan antarwarga negara. Dalam hal ini, penulis menyindir sebuah kaidah fikih “setiap perantara mengandung hukum sebagaimana hukum tujuannya”.

Setelah presentasi selesai, sesi dilanjutkan dengan kritik dan tanggapan. Banyak sekali hal yang perlu dibenahi, baik itu secara editorial maupun logika isi kandungan. Setidaknya, terdapat dua kritik yang merepresentasikan semua kritikan, yaitu : 1) kitik pemaknaan antara negara, nasionalisme, kebangsaan, dan tanah air; 2) kritik usul fikih. Karena penulis tidak menyertakan metodologi kepenulisan dalam makalahnya, maka itu menyulitkan para anggota untuk menganalisa titik-titik yang perlu direvisi. Namun demikian, kajian berjalan lancar, terkendali dan cukup memuaskan. Terlebih dalam diskusi tersebut dipungkasi oleh berbagi dari Mas Nova Burhanuddin selaku senior tentang metodologi kepenulisan dengan menyinggung metode kepenulisan yang sudah diakui di kalangan akademik dunia.

Kajian Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Mesir di Al-Gamaliyah, Kairo.
Kajian Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Mesir di Al-Gamaliyah, Kairo.

Tempat: Al-Gamaleya, Al-Darrasa
Waktu: pukul 16.00- 22.00 WLK.
Pemateri : Hafidz Alawi dari almamater HIMASAL Lirboyo
Moderator : Ahmad Syukron Musyaffa
Pembimbing : Muhammad Nova Burhanuddin, Lc., Dipl.
Anggota yang hadir : Ahmad Ali Ibrohim, Mamak Farohidi, Ismail Abduh, Dzeni, Hilman, Arinal Haq, dan Hadi.

ShareTweetSend
numesir

numesir

Akun tim redaksi numesir.net 2022-2024. Dikelola oleh Divisi Website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) PCINU Mesir.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

21 April 2024
Karakteristik Nalar Arab

Karakteristik Nalar Arab

20 July 2021
Neo-Salafisme Wahabi; Dilema Pengusung Ultra-tekstualisme Agama

Resolusi Jihad: Dulu dan untuk Kini(?)

21 October 2018
Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

15 April 2020
Ramadan dan Takwa

Ramadan dan Takwa

21 May 2020

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025
NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

10 December 2025
Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

25 September 2025
Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

25 September 2025
Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

16 September 2025

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah