Lailatul Ijtima’ Dan Do’a Bersama Untuk Para Kiai

0 211

Kamis malam (3/12) menjadi malam yang syahdu dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran dan pembacaan selawat ke hadirat baginda Rasulullah SAW. Kesyahduan malam ini dikarenakan adanya acara Lailatul Ijtima di Sekretariat PCINU Mesir yang bertempat di distrik Darrasah. Acara Lailatul Ijtima tersebut merupakan kali pertama yang digelar usai Konferensi Cabang PCINU Mesir 10 November lalu.

Pada pertemuan kali ini, acara yang diisi dengan serangkaian tahlil dan selawat diba tersebut bertajuk doa untuk para masyayikh NU serta memperingati tujuh hari wafatnya K.H. M. Ali Fikri, Pengasuh Ponpes Raudhatul Mutaallimin Kudus. Acra ini sejatinya diinisiasi oleh jajaran alumni Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus.

“Kiai Ali Fikri merupakan sosok ulama yang santun dan tawadlu, yang mana beliau adalah seorang alim dalam Qiraat Sab’ah, yang beliau pelajari sejak remaja hingga beberapa tahun yang lalu sebelum akhirnya beliau meninggal dalam usia 43 tahun ini,” terang Syahrian Najah, alumni Madrasah TBS Kudus.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Terpilih PCINU Mesir, Rikza Aufarul Umam, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pengasuh Ponpes Raudhatul Mutaallimin Kudus tersebut sekaligus menyampaikan visi dan misi PCINU Mesir ke depan, dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi dengan seluruh jaringan almamater berbasis NU yang ada di Mesir.

“Banyak di antara kawan-kawan almamater yang kurang mengenal dan mengetahui lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan PCINU Mesir. Untuk itu, ke depan kita perlu mempublikasikan secara lebih masif tentang kegiatan-kegiatan yang sangat beragam coraknya. Sekaligus juga kami memohon agar kawan-kawan almamater dapat turut berpartisipasi dan ikut serta dalam personalia kepengurusan PCINU Mesir,” jelas Rikza.

Rais Syuriah, Kiai Muhlashon Jalaluddin, yang juga hadir dalam kesempatan malam itu juga menambahkan, perlunya memperhatikan kesehatan. Sebab kesehatan adalah mahkota yang tidak terlihat, yang baru dapat dirasakan nikmatnya ketika sedang sakit.

Acara yang berlangsung sejak isya hingga pukul sepuluh malam tersebut, kemudian ditutup dengan doa. (elR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.