Puncak HSN, Masisir Bahas Tantangan Santri Era 4.0

0 320

Ansor, Mesir—Perayaan puncak Hari Santri Nasional di Mesir dikemas dalam Dialog Kebangsaan dan Festival Karya Santri Nasional pada Selasa lalu (29/10). Acara yang digelar di Aula Shalah Kamil, Universitas al-Azhar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Masisir, seperti Dubes Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi beserta jajaran di samping segenap sesepuh lima afiliatif yang berada di naungan PPMI.

Nora Burhanudin, selaku perwakilan dari afiliatif mengajak peserta yang hadir untuk memaknai Revolusi Jihad yang dikobarkan Hadratusyekh Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 lalu. ”Hari santri itu (fungsinya) untuk menadaburi apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita pada masa itu; masyayikh, santri zaman dulu dan pejuang lainnya,” ujar Ketua Umum Tanfiziah PCINU Mesir dalam sambutannya.

Selain sebagai wadah bertemunya lima afiliatif di Masisir, momen Hari Santri sedianya bisa menjembatani dialog antarelemen Masisir dalam membincang tantangan santri masa kini. Dalam tema Santri Menjawab Tantangan Era 4.0, Jamal Faruq sebagai pembicara utama menegaskan pentingnya peran santri bagi negeri. “Pesantren-pesantren di Indonesia memiliki peran penting terhadap agama dan bangsa. Pesantren itulah yang mengajarkan agama dan cinta kepada negara,” tegas Eks Dekan Fakultas Dakwah Universitas al-Azhar di hadapan 300 Masisir yang memenuhi aula acara.

 “Saat ini tugas santri ialah melawan berbagai ideologi yang berusaha mengganti Pancasila. Pun tantangannya berbeda pada zaman dahulu, namun semangatnya tetap harus sama, ditambah lagi santri sekarang mengahadapi hegemoni era industri 4.0,” jelas Helmy Fauzi, Dubes LBBP RI untuk Mesir.

Selain dialog, pemberian apresiasi kepada pemenang lomba dalam rangkaian praacara, even HSN juga diisi berbagai penampilan seperti drama kolosal, hadrah banjari, deklamasi puisi, gambus, tapak suci dan wasiat renungan masa. (zain)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.