Rikza Aufarul Umam Terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir

0 158

Konferensi Cabang XI Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) menetapkan Ahmad Rikza Aufarul Umam sebagai ketua umum Tanfidziyah periode 2020-2022. Ariz—sapaan akrab—yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua II meraup 336 (63.04%) suara dari total 500 pemilih warga Nahdliyin Mesir. Perolehan suara terbanyak kemudian disusul oleh Alfan Humaidi (15.57%), M. Nova Burhanuddin (12.20%) dan Ahsanul Muallim (9.19%).

Aspirasi warga Nahdliyin pada konfercab yang digelar di Auditorium Pusat Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Syekh Zayed al-Azhar (10/11) ini meningkat secara signifikan. Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemilih tidak pernah melebihi 100 warga. Bank data PCINU Mesir yang dibentuk pada paruh kedua periode kepengurusan dan pemungutan suara secara daring diyakini sebagai faktor utama sukses dan tertampungnya aspirasi Nahdliyin Mesir secara merata. Dari 956 Daftar Pemilih Tetap, sejumlah 522 mengonfirmasi kode dan 456 tidak memilih.

Adapun terkait syarat calon ketua, selain telah berdomisili di Mesir selama enam tahun, ia mesti aktif di PCINU selama dua periode, berakhlak karimah, profesional, berdedikasi dan bisa merangkul warga. Syarat-syarat tersebut, menurut penuturan banyak pemilih ada pada sosok Rikza yang sejak 2016 lalu mulai berkiprah di PCINU Mesir sebagai sekretaris jenderal.

Selain Rais Syuriah beserta jajaran, Konfercab XI juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan RI di Mesir, Muhammad Aji Surya; Sekjen PBNU, Helmy Faisal (via Zoom) dan Gamal Farouk, Guru Besar Universitas al-Azhar.

Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Mesir dalam sambutannya antara lain menyampaikan ucapan terima kasih atas kiprah PCINU Mesir. Menurutnya, persatuan merupakan kunci terpenting dalam menghadapi situasi krisis sebab Covid-19. Untuk bisa mencapai hal itu, kader NU harus menjadi agen moderat demi mewujudkan situasi yang tenang dan damai. Ia juga berpesan bahwa Kader NU harus mampu melakukan self transformation untuk menjadi lebih berkualitas dalam berbagai bidang. “Pengurus PCINU harus mampu melakukan inovasi organisasi, bukan hanya melanjutkan yang sebelumnya, tetapi memiliki kreativitas yang terus dikembangkan. Al-muhafadhah ‘ala al-qadîm al-shâlih, wa al-akhdzu bil jadîd al-ashlah,” pungkasnya.

Oleh karena konfercab dilangsungkan di Hari Pahlawan Nasional, Sekjen PBNU mengingatkan bahwa NU telah berperan dalam turut memerdekakan Indonesia dan menjaga kelanjutannya dalam pembangunan, termasuk dalam jihad melawan tentara sekutu di Surabaya. Untuk itu, kader penerus NU harus berjuang lebih gigih di dalam mengisi kemerdekaan Indonesia agar terus berkembang maju serta menyejahterakan warga Indonesia.

Rais Syuriah PCINU Mesir, Muhlashon Jalaluddin menekankan pentingnya PCINU membina anggotanya untuk terus mengasah keahlian di dalam memahami risalah al-Azhar dalam mengembangkan wasatiyah Islam. Menurut Muhlashon, tantangan besar yang dihadapi oleh kader NU adalah maraknya gerakan ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Dalam sambutannya, Muhlashon juga meminta kepada peserta konfercab dan pengurus yang akan datang untuk menetapkan sebuah kode etik bagi kader NU di Mesir. Berdasarkan bank data mutakhir, jumlah anggota Nahdliyin tidak kurang dari 3000 mahasiswa dan pelajar di Mesir. Kode etik dirasa penting sebagai salah satu wasilah bagi para pengurus dan senior almamater untuk menjangkau jumlah yang sedemikian besar. Kode etik adalah salah satu tolok ukur untuk meningkatkan tawâshaw bi al-haq dan tawâshaw bi al-shabr di dalam sama-sama menuntut ilmu di Mesir.

Perlu diketahui bahwa selain berdirinya sekretariat permanen di kawasan Darbul Ahmar-Darrasah, kepengurusan periode 2018-2020 telah melakukan lompatan cukup besar di berbagai bisang. Utamanya, dibentuknya beberapa lembaga di tubuh PCINU seperti Badan Otonom PC Ansor, Lazisnu dan Lembaga Wakaf. Dari sisi kegiatan, lembaga dan lajnah di NU kebanjiran anggota baru yang tidak semuanya dapat ditampung untuk memasuki kelompok kajian di Lakspesdam, LBM, SAS Center dan LSBNU.

Di sela-sela persidangan konfercab yang membahas laporan pertanggungjawaban ketua Tanfidziyah dan isu-isu keorganisasian dan kemahasiswaan secara umum, jajaran Syuriah di ruang terpisah mendiskusikan isu-isu strategis di dalam meningkatkan kiprah PCINU di Mesir. Dalam forum Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) tersebut, seluruh jajaran Syuriah secara aklamasi memilih Muhlashon Jalaluddin, Lc., MM untuk tetap memimpin NU Mesir sebagai Rais Syuriah periode 2020-2022.

Konfercab XI PCINU Mesir diawali dengan rangkaian acara yang berlangsung sejak satu bulan sebelum hari pelaksanaan. Rangkaian acara tersebut smeliputi kegiatan keilmuan yang diselenggarakan oleh SAS Center, Lakspesdam, Bahsul Masail oleh LBN NU, NU Games oleh Lembaga Kaderisasi NU, berbagai lomba kreativitas anggota dan juga khatmil Quran oleh JQH.

Dalam situasi pandemi Covid-19, peserta Konfercab XI dibatasi hanya 130 orang, terdiri atas seluruh Mustasyar, Syuriah, pengurus Tanfidziyah, pengurus Badan Otonom dan utusan perkumpulan almamater NU di seluruh Mesir. Sementara itu, anggota NU yang tidak mendapatkan kesempatan untuk hadir di lokasi, dapat mengikuti persidangan dan mengajukan berbagai pertanyaan dan masukan melalui siaran langsung akun Facebook dan YouTube PCINU Mesir.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.