Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Kajian

Kidung Kehidupan Ummu Kultsum

numesir by numesir
10 March 2020
in Kajian
0
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Ummu Kultsum, penyanyi lagu-lagu aransemen Arab yang dijuluki Sang Bintang dari Timur itu merupakan putri seorang muazin yang lahir pada 1898 M. Latar belakang keluarganya yang cukup relijius mengondisikan Ummu Kultsum untuk menghabiskan masa kecilnya di sebuah madrasah (kuttab) di salah satu sudut provinsi Daqahlea, Mesir.

 

Sejak kecil, Ummu Kultsum memiliki suara yang merdu. Karir tarik suaranya bermula sejak ia berusia tujuh tahun. Ummu Kultsum kecil sering didandani ‘kecowok-cowokan’, sebab situasi Mesir saat itu kurang menjamin ekspresi seorang perempuan.

 

Upaya Ummu Kultsum dalam menyalurkan bakatnya sebagai penyanyi mengantarkan ia sampai ke Kairo. Berawal dari menyanyi secara sukarela, akhirnya ia mulai dikenal masyarakat luas. Beberapa waktu setelah dikenal, ia mulai mendapat jadwal konser setiap Kamis di Dar Opera Kairo.

 

Sosok Ummu Kultsum yang demikian low profile tak hanya dikenal oleh masyarakat Timur Tengah, ia juga tak asing di telinga mahasiswa. Kedekatan antara Mesir dan Ummu Kultsum inilah yang memotivasi teman-teman Lembaga Seni dan Budaya (LSB) PCINU Mesir untuk mengenang kembali sosoknya dalam sebuah tadarus budaya. Acara yang bertajuk Kidung Kehidupan Ummu Kultsum ini diselenggarakan di Aula Kelompok Studi Walisongo (KSW) pada 5 Maret lalu.

 

Selain membincang biografi sebagaimana di muka, para narasumber juga menarasikan musik-musik yang dibawakan oleh Ummu Kultsum. “. . . bahwa musik-musik yang mengiringi lagu-lagunya Ummu Kultsum memiliki kekhasan tersendiri,” tutur Adi, sang pembawa musik.

 

Salah satu alat musik yang mengiringi lagu-lagu Ummu Kultsum adalah oud. Instrumen oud mampu mengeluarkan nada vibrate yang darinya musik-musik Timur Tengah memiliki khas tersendiri. “Not-not pada alat musik oud, berbeda dengan gitar dan alat musik petik lainnya. Di oud, terkadang angka pada nada naiknya berbeda dengan nada turunnya,” tambah Muhammad,  pembawa musik lainnya. Ia juga menambahkan bahwa oud inilah alat musik khas Mesir yang muncul sebelum gitar.

 

Selain menghadirkan Muhidurrahman, Ketua yang membawahi LSB dan LMI NU sebagai narasumber bagıan biografi, panitia juga menghadirkan Ikhda Habibatur R sebagai pembedah syair pilihan. Syair pilihan tersebut berjudul Amal Hayati dan Enta Umri. Kedua lagu tersebut sempat mengetren pada tahun 60-an.

 

Selain ada coffee break di sela-sela sesi satu dan dua, para hadirin juga dimanjakan dengan grup musik dari LSBNU al-Nahdlah (selawat) dan Khanqah al-Sufiyah (lagu-lagu khas Timur Tengah) yang membawakan Alf Laila wa Laila dan Ghanni li Syuwayya-Syuwayya.

 

Tadarus budaya yang digawangi oleh LSB NU Mesir, di samping sebagai ajang temu sesama lembaga juga menjadi bincang dengan sesama Masisir dengan santai dan mendalam. “Dahulu, NU Mesir pernah punya agenda tadarus budaya membahas Ummu Kultsum, tapi sayangnya yang dibahas cuma syair dan sisi personalnya (Ummu Kultsum). Adapun tadarus budaya kali ini materi pembahasannya luas; bedah syair, musikologi Arab, fikih musik dan feminisme,” kesan Pandu Utama, salah satu narasumber.

ShareTweetSend
numesir

numesir

Akun tim redaksi numesir.net 2022-2024. Dikelola oleh Divisi Website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) PCINU Mesir.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

21 April 2024
Karakteristik Nalar Arab

Karakteristik Nalar Arab

20 July 2021
Neo-Salafisme Wahabi; Dilema Pengusung Ultra-tekstualisme Agama

Resolusi Jihad: Dulu dan untuk Kini(?)

21 October 2018
Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

15 April 2020
Ramadan dan Takwa

Ramadan dan Takwa

21 May 2020

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025
NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

10 December 2025
Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

25 September 2025
Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

25 September 2025
Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

16 September 2025

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah