Pada Ahad, 22 September 2024, yang bertepatan dengan 19 Rabiul Awal 1446 H, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan oleh PCINU Mesir di Gedung Capital Palace, Nasr City, Kairo. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh berbagai tokoh dan ulama terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Syekh Abbas Shouman (Eks Wakil Grand Imam Al-Azhar), Prof. Dr. Syekh Fathy Hegazy (Guru Besar Balagah Universitas Al-Azhar), KH. Abdullah Ubab MZ (Pengasuh Pesantren Al-Anwar 2, Sarang), Dr. KH. Fadlolan Musyaffa, Lc., MA. (Pengasuh Pesantren Fadlu Fadlan, Semarang), serta jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCINU Mesir.
Rangkaian acara tahun ini memiliki nuansa yang sedikit berbeda, terutama pada sesi Mahallul Qiyam, di mana jamaah ISHARI NU Mesir turut berpartisipasi, menambah kemeriahan. Momen ini juga menjadi tonggak penting bagi ISHARI NU Mesir, yang resmi meluncurkan kehadirannya di Mesir. “Alhamdulillah, ISHARI NU bisa eksis dan launching di Mesir pada bulan yang penuh berkah ini,” ujar KH. Faiz Husaini, Lc., MA., Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, pada gladi bersih yang diadakan sebelumnya. Beliau juga mendoakan agar para jamaah ISHARI NU Mesir dapat menunaikan umrah berkat lantunan sholawat yang dibawakan.
Agus Zidan Haila Al-Mujib, Ketua LESBUMI NU Mesir, turut menambahkan bahwa ISHARI NU bukan sekadar hadrah, tetapi memiliki filosofi mendalam dalam setiap gerakannya. “Gerakan tangan melambangkan lafaz ‘Muhammad,’ sementara gerakan badan melambangkan lafaz ‘Allah’,” jelasnya. Filosofi ini, lanjutnya, akan membuat siapapun yang memahaminya merasakan getaran spiritual yang mendalam.
Di tengah canda, salah satu anggota ISHARI NU Mesir berkelakar, “Kalau dijelaskan lebih panjang lagi, bisa jadi mata kuliah Sejarah ISHARI NU.” Jamaah tersebut juga merekomendasikan Kitab Al-‘Iqdu al-Durar fi Tarjamah al-Salawat ala al-Nabi li al-ISHARI, karya KH. M. Nuruddin, yang baru saja wafat pada Agustus 2024, sebagai rujukan untuk mendalami sejarah ISHARI NU.
Selaku Ketua ISHARI NU Mesir, Muhammad Afifullah Al-Asyari mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan PCINU Mesir yang memberikan kesempatan bagi ISHARI NU Mesir untuk berkontribusi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. tahun ini. Ia juga membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir yang ingin bergabung dengan jamiyah tersebut. Latihan rutin ISHARI NU Mesir, lanjutnya, akan diadakan setiap malam Senin.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. tidak pernah luntur, meskipun warga Nahdliyin di Mesir jauh dari tanah air. Tradisi yang mereka bawa dari Indonesia tetap terjaga, dengan penuh cinta dan kekhidmatan, sebagaimana terlihat dari antusiasme seluruh peserta dalam mengikuti acara.
Reporter: Bachtiar









