Amal yang Paling Utama

0 219

Majelis kedua pengajian al-Tibyan membahas keutamaan pembaca al-Quran. Orang yang membaca al-Quran lebih agung pahalanya dan lebih mulia daripada mereka yang berjihad fi sabilillah. Suatu hari, Sufyan al-Tsauri ditanya perihal seorang laki-laki yang berjihad dengan yang membaca al-Quran, manakah dari ekduanya yang lebih utama? Ia kemudian mejawab bahwa membaca al-Quran lebih menarik hatinya.

Sikap Sufyan al-Tsauri yang demikian berdasarkan Hadits Nabi SAW yang bersabda: “Sebaik-baik kalian ialah ia yang belajar al-Quran dan mengamalkannya.”

Bab yang sedang dikaji ialah tentang keunggulan membaca al-Quran dibandingkan dengan amal ibadah lainnya. Para ulama bersepakat bahwa membaca al-Quran lebih utama daripada bertahlil, bertasbih serta zikir-zikir atau wirid lain. Jamak diketahui bahwa sebaik-baik berzikir ialah berzikir dengan (membaca) al-Quran.

Terkait hal ini, Nabi SAW juga bersabda tentang siapa yang paling berhak menjadi imam salat. “Yang paling membaca al-Quran, ia lah yang berhak menjadi imam suatu kaum,” (HR Muslim)

Apa yang dimaksud dengan yang paling membaca al-Quran? Imam Syafii dan Imam Malik memahami diksi yang paling membaca (aqra’uhum) dengan yang paling memahami (afqahuhum) al-Quran. Menjadi imam salat tidak cukup dengan pintar membaca al-Quran, seyogiayanya ialah juga ia yang benar-benar memahami isi kandungannya.

Notulen: Ahmad Reza

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.