Fikih Sosial sebagai Upaya Deradikalisasi

0 124

Sebagai salah satu cabang ilmu yang digunakan untuk memahami nas-nas wahyu, fikih telah menjadi bahan yang digelisahkan khalayak ramai. Misalnya, fikih mengalami kondisi stagnan atau tidak mampu mengatasi suatu masalah sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Selain itu, masyarakat sering kali menganggap bahwa fikih sederajat dan sakral dengan wahyu. Hal ini juga yang menyebabkan fikih menjadi sesuatu yang saklek, kaku, dan stagnan. Padahal, cara ijtihad ulama dalam memutuskan suatu hukum pada sebuah perkara telah menunjukkan keluwesan fikih itu sendiri.

Dari fenomena tersebut, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCINU Mesir mencoba mengangkat sebuah pembahasan dengan tema besar fikih sosial sebagai solusi yang ditawarkan. Tema yang dipresentasikan oleh Tubagus Maulana Yusuf ini menitikberatkan pembahasan pada dua hal, yakni golongan Islam kanan (radikalis) dan kerangka paradigma fikih sosial yang harus selalu mengacu terhadap maqashid syariah.

Kajian yang digelar pada Kamis, 5 Maret 2020 tersebut menyisakan beberapa catatan penting. Salah satunya adalah judul besar dalam makalah ini yang mengangkat tentang progresivitas fikih suni. Pemaknaan ulang progresivitas fikih menjadi penting sebab jika kita perhatikan, fikih sejak zaman dahulu sudah progresif. Sebagai contoh, Imam Khatib al-Syirbini di dalam kitabnya, al-Iqnâ Halli Alfâdz Abî Syujâmengatakan bahwa buang hajat dengan berdiri itu baik. Jika kita bandingkan dengan kitab Minhâj al-Thâlibîn karangan Imam Nawawi, kita akan menemukan perbedaan dalam pendapat dan ilat (alasan) sebuah hukum. Dari perbandingan kedua ulama tersebut, kegelisahan dan asumsi yang mengatakan bahwa fikih saklek dan stagnan sebenarnya telah terpatahkan sejak dulu.

Diskusi selama kurang lebih tujuh jam tersebut berlangsung lancar dan semakin seru ketika kritikan dan tanggapan disampaikan oleh peserta kajian. Meskipun fikih sosial yang ditawarkan sebagai solusi radikalisme di Indonesia masih mentah, namun secara muatan referensi, penulis telah menghadirkan makalah dengan tema menarik untuk diulas lebih jauh lagi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.