Pada Jumat, 07 Oktober 2022, PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nadhlatul Ulama) Mesir merilis acara Konfercab (Konferensi Cabang) XII sebagai ajang pembaharuan mandat kepemimpinan di tubuh PCINU Mesir.
Haidar Syauqi Adnan, selaku perwakilan steering committee panitia Konfercab XII membuka acara ini dengan mengenalkan tema beserta logo terpilih. Acara yang juga bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi ini berlangsung meriah di aula KAHHA PCINU Mesir, Darrasah.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya melibatkan beberapa pihak internal, pengusungan tema pada Konfercab tahun ini melibatkan seluruh warga Nahdliyin yang diwakili oleh ketua almamater, kekeluargaan, lembaga, dan badan otonom yang berada di bawah naungan PCINU Mesir.
Dengan demikian, “Menuju PCINU Mesir yang Integral dan Berkarakter” yang diusung pada tahun ini benar-benar lahir dari aspirasi warga.
Tema ini ditujukan untuk membentuk identitas Nahdliyin yang teguh dan beretika, sekaligus memberikan peta komando antar beberapa lembaga dan badan otonom agar tidak tumpang tindih dalam berkontribusi di badan PCINU Mesir.
Fikri Zulkarnain, selaku ketua steering committee juga mengungkapkan bahwa orientasi pengadaan Konfercab tahun ini tidak hanya sebagai pengiring transisi kepengurusan di tubuh PCINU Mesir, namun juga benar-benar diberdayakan sebagai momen tranformasi PCINU.
Hal tersebut ditandai dengan adanya penyusunan mandat organisasi sebagaimana muktamar PBNU di Indonesia. Tentunya, adanya penyusunan mandat ini menambah porsi tersendiri pada rangkaian acara Konfercab.
Adapun rangkaian Acara Konfercab sendiri terbagi menjadi dua bagian: acara Konfercab dan acara Lembaga.
Acara Konfercab yang dimaksud di sini ialah kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan Konfercab, seperti jajak pendapat, seminar pengayaan mandat, dan lain-lain.
Dalam acara ini, steering committe yang bertugas sebagai penanggung jawab acara Konfercab juga akan mengadakan forum kecil sebelum sidang paripurna yang bertujuan untuk menyerap dan menyaring aspirasi Nahdliyin.
Forum kecil ini nantinya akan mendiskusikan terkait program dua tahun kedepan. Tersebab, ketua terpilih tidak akan membawa visi misi kerja tertentu, melainkan program kerja berdasarkan forum kecil tersebut agar sesuai dengan kebutuhan warga.
Sedangkan acara lembaga merupakan bagian dari rangkaian acara pra-Konfercab, yang dilaksanakan oleh berbagai Lembaga dan Badan Otonom PCINU Mesir.
Acara ini dimulai dengan Festival Santri 2022 yang diadakan oleh Cendana, angkatan baru di PCINU Mesir di bawah naungan Ansor-Fatayat.
Menariknya, Festival Santri tahun ini ditutup dengan kajian Thayyibian Academy, wajah baru yang membedakan dari tahun-tahun sebelumnya.
Tak mau kalah, lembaga-lembaga NU seperti LBM (Lembaga Bahtsul Masail), Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), LRC (Lembaga Research Centre), dan SAS (Said Aqil Siradj) Center Mesir pun turut serta dalam meramaikan acara yang hanya diadakan dua tahun sekali ini
Adapun pada 6 November lalu, LBM baru saja usai mengadakan Bahtsul Masail Kubro sebagai bentuk respon dalam menjawab problematika fikih aktual masyarakat Indonesia serta mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir.
Selain itu, terdapat pula lomba Esai Fikih Peradaban yang diadakan oleh Lakpesdam, dan telah berlangsung dari 20 Oktober lalu sampai 15 November 2022.
Tak kalah menarik, peluncuran dan bedah buku yang berjudul “Tipologi Nalar Orientalis; Menyoal Inferensi atas Diskursus Islam” datang dari Said Aqil Siroj Center (SAS) yang akan dilaksanakan pada 30 November mendatang.
Terakhir, sebagai lembaga yang berfokus di bidang penelitian, Lembaga Research Center (LRC) akan mengadakan seminar dan pemaparan terkait hasil riset yang akan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang dan sudut pandang.
Adanya acara-acara tersebut, selain menunjukkan bahwa lembaga-lembaga dan badan otonom PCINU Mesir turut berperan aktif dalam meramaikan acara pra-Konfercab, juga sebagai bentuk usaha pengenalan NU terhadap khalayak umum.
Konfercab yang akan berlangsung pada Februari mendatang diharapkan dapat menjadi ajang evaluasi diri, adaptasi, dan konferensi bagi kemajuan NU untuk merumuskan masa depan yang lebih cerah.
Pewarta: Azzurin Nisa’ Salsabila Syafitri Inayah











