Sampai tahun ini, buletin Bedug setidaknya telah melakukan pergantian kru sebanyak lima angkatan dan mencetak 47 edisi buletin yang dapat diakses publik dengan membuka menu etalase di portal resmi Bedug.net. Sebagai upaya istikamah menghidupkan tradisi baca-tulis, Bedug kembali merekrut kru buletin angkatan 6 pada Sabtu (28/08) di Hadiqah Dauliah, Kota Nasr.
Dalam sambutannya, Alfarobi mengingatkan kru buletin anyar agar tidak menyia-nyiakan kesempatan bergabung di Bedug, sebuah media reflektif yang unik, tetapi ilmiah dalam membahas fenomena aktual maupun faktual.
Ia juga menekankan kru buletin angkatan enam untuk berkomitmen dengan waktu dan memiliki integritas dalam mencetak buletin setiap bulan.
“Setelah proses penyaringan yang ketat, saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang terpilih menjadi kru buletin Bedug. Saya harap, teman-teman memanfaatkan kesempatan melatih kemampuan menulis di Bedug. Saya pun meminta teman-teman agar senantiasa berkomitmen dalam menerbitkan buletin setiap bulan,” tutur penasehat buletin itu.
Pelantikan kru buletin angkatan keenam merupakan agenda puncak dari rentetan perekrutan redaktur buletin. Sebelum dilantik, para calon kru telah melewati seleksi wawancara dan tes kemampuan dasar. Sebagai media yang memegang teguh integritas dan komitmen, interviu menjadi elemen penting untuk mengetahui sejauh mana calon kru layak diterima.
Tes kemampuan dasar yang dimaksud ialah tes kemampuan memahami literatur berbahasa Arab dan Inggris. Penguasaan bahasa asing merupakan salah satu syarat penting bagi seorang penulis. Keluwesan dan keluasan cara pandang salah satunya bisa diupayakan dengan menilik referensi yang beragam dan berjenjang.
Selain kebahasaan serta editorial, seleksi kemampuan dasar juga mencakup kritik tulisan. Para kru diminta untuk menanggapi sebuah opini yang disuguhkan oleh panitia seleksi. Dari sinilah, panitia dapat melihat sejauh mana mereka aktif dan kritis menanggapi sebuah isu.
Dari total 55 pendaftar, sejumlah 23 orang terpilih sebagai calon kru buletin Bedug dan berhak mengikuti pelatihan menulis sebagai modal awal sebelum menerbitkan buletin.
Pelatihan menulis digelar dalam rentang dua hari. Pada hari pertama (02/08), Sya’dila Rizqy al-Anhar, redaktur pelaksana buletin Bedug sekaligus citizen journalist Mesir Ajwa TV Indosiar, mengisi materi tentang warta dan kejurnalistikan.
Seusai mengulik warta ini, para kru bersama Makkis Fuadatul Qadisiah, redaktur ahli buletin Bedug mengulas bagaimana proses kreatif dalam membuat opini.
Moh. Ma’ruf al-Faroby, penasehat buletin Bedug sekaligus koordinator Lembaga Media & Informasi PCINU Mesir memaparkan seputar dunia sastra; cerpen dan puisi.
Reporter: Tim Bedug.net
Editor: Hamidah











