Dalam rangka menyambut Konfercab XI PCINU Mesir, Nahdliyin menggelar NU Games. NU Games dimaksudkan untuk merekatkan emosi antaralmamater dan marhalah PCINU Mesir.
Selain sebagai momen silaturahmi, NU Games juga dimaksudkan sebagai ajang kreativitas Nahdliyat. Hari pertama (24/10), lomba-lomba seperti beauty and unique, cooking challenge, PES, kahoot (kuis), catur dan karaoke dilangsungkan di Sekretariat NU Mesir II di Darrasah. Adapun hari kedua (25/10), lomba olahraga seperti volly, futsal, dan lomba-lomba rakyat seperti kereta sarung, tarik tambang dan kardus goyang dilaksanakan di Nadi Gamalea, Darrasah. Selain lomba-lomba lokal tersebut, ada juga lomba virtual berskala internasional yakni kreasi video selawat dan menulis esai yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.
NU Games dilaksanakan oleh panitia di bawah bimbingan Lembaga Kaderisasi atau LK-PCINU Mesir, dengan melibatkan dua marhalah (angkatan) kedatangan PCINU sebagai panitia yakni Khatulistiwa (2018) dan Cakrawala (2019). Meski persiapan panitia bisa dibilang cukup mendadak, mengingat pembentukan panitia tidak lebih dari satu bulan sebelum hari H pelaksanaan, namun hal tersebut tidak mengurangi antusias peserta NU Games kali ini.
Yang menarik dari NU Games tahun ini ialah semarak partisipasi dari Nahdliyin di Mesir yang berjumlah sekitar 3000 mahasiswa di Mesir. Sejumlah 40 dari keseluruhan 60 almamater pondok pesantren berbasis NU turut meramaikan rentetan acara, bahkan sekitar 500 orang masih bertahan di lapangan dari pagi hingga petang. “Saya melihat NU Games kali ini sangat kompetitif. Rame dan seru,” kesan Ani Lestari, salah satu peserta asal Daarul Ulum Lido (IKADA).
Respon Nahdliyin pada NU Games kali ini tak luput dari jasa tim database NU dalam menjaring beberapa almamater baru berbasis NU melalui database Kartanu PCINU Mesir yang mengacu pada data Rabithah Ma’had Islamiah (Asosiasi pesantren-pesantren NU). Meski demikian, tidak menutup kemungkinan adanya almamater yang luput dari data RMI-PBNU, sehingga masih terbuka kesempatan bagi kawan-kawan Nahdliyin yang ingin mendaftarkan almamaternya untuk menjadi bagian dari keluarga besar PCINU Mesir.
Selain adanya database yang mengingatkan rasa kepemilikan dan senasib sepenanggungan, kolaborasi marhalah dan almamater merupakan faktor lain semaraknya NU Games. sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, hajat tahunan PCINU Mesir ini hanya dibuka untuk marhalah dan sekadar mengundang afiliatif-afiliatif lain yang berada di Mesir seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan, Persis, dan lain-lain.
“Terima kasih kepada para peserta dan pihak pendukung NU Games tahun ini. Walaupun masih dalam kondisi pandemi, kita masih dapat menyelenggarakan acara masif dengan standar protokol kesehatan yang kita wajibkan kepada hadirin,” ujar koordinator Lembaga Kaderisasi NU Mesir, Fariz Baity. ”Penasaran siapa juara umum NU Games 2020? Saksikan di acara puncak Konfercab XI PCINU Mesir nanti tanggal 10 November,” tambahnya.











