Numesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Ubuddiyah
  • Sejarah
    • Kajian
      • Kajian Lakpesdam
    • Tokoh
    • Terjemah
    • Resensi
No Result
View All Result
NU Mesir
No Result
View All Result
Home Kajian

Pergulatan Spritual Rĕnĕ Guĕnon dan Infiltrasi Tasawuf Islam

numesir by numesir
15 March 2020
in Kajian
0
0
SHARES
77
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sikap skeptis terhadap diskursus keilmuan Islam banyak diterapkan oleh orientalis dalam proses mengkaji dunia ketimuran. Sikap skeptis tersebut mereka terapkan dalam mengkaji hal-hal prinsipil dalam Islam seperti autentitas Hadits dan Ijmak. Dua hal ini (Hadits dan Ijmak) telah menjadi fokus pembahasan kajian reguler sebelumnya dengan tema besar orientalisme. Sementara pada kajian minggu ini, tepatnya pada tanggal 09 Maret 2019, Nizam Noor Hadi sebagai pemakalah menyajikan pembahasan mengenai orisinalitas diskursus tasawuf dengan judul “Dialektika Orisinalitas Diskursus Tasawuf; Keterpengaruhan Rĕnĕ Guĕnon terhadap Mistikisme”. Dalam hal ini, pemakalah mengangkat seorang tokoh orientalis berkebangsaan Prancis, Rĕnĕ Guĕnon sebagai tokoh yang mengafirmasi orisinalitas diskurus tasawuf dalam tubuh Islam.
Di sub judul pertama, pemakalah memaparkan dialektika orientalis dalam membahas orisinalitas ajaran tasawuf. Sosok Ignaz Goldziher termasuk tokoh yang skeptis terhadap kemurnian ajaran tasawuf dalam Islam. Ia menilai bahwa tasawuf Islam mengadopsi ajaran sufistik dari agama-agama lain seperti Katolik dan Hindu. Sedangkan Nicholson, seorang orientalis yang fokus mengkaji mistikisme dan tasawuf, mengakui bahwa diskursus tasawuf Islam adalah orisinal yang mana sumbernya adalah al-Quran dan Hadits Nabi.
Pada posisi ini, Rĕnĕ Guĕnon berada di barisan yang mengakui orisinalitas tasawuf Islam. Bahkan, ia terpengaruh dengan tasawuf dan mistikesme dalam Islam hingga akhirnya ia menjadi seorang mualaf. Namun, pada poin inilah yang menjadi titik kritik pada makalah kali ini. Dimana pemakalah belum menjelaskan secara detail geneologi keterpengaruhan Rĕnĕ Guĕnon terhadap tasawuf Islam. Sejak kapan ia mengenal tasawuf, motif apa yang melatarbelakanginya menyelami dunia mistik dan sufistik dan untuk apa ia—sebagai orientalis—memfokuskan kajian ketimurannya khusus pada diskursus tasawuf. Selain itu, struktur penyusunan makalah yang sedikit berbeda dari biasanya, banyak menuai kritik dari para anggota kajian, khususnya masalah struktur prolog. Abdul Munthalib adalah salah satu yang mengkritik bagian ini. Ia berpendapat bahwa sebuah prolog seyogianya memaparkan kerangka teoritis yang meliputi premis-premis serta metodologi penulisan yang dipakai oleh pemakalah. Sementara, prolog dalam makalah saudara Nizam Noor Hadi belum menampilkan hal yang demikian.
Akan tetapi, pemilihan sosok Rĕnĕ Guĕnon untuk dikaji oleh pemakalah mendapat banyak apresiasi oleh para anggota kajian. Sebab Rĕnĕ Guĕnon termasuk tokoh yang ulet dan gigih dalam mengkaji tasawuf Islam. Bahkan, dalam sejarahnya, ia menuju Mesir setelah mendapat gelar bachelor di salah satu universitas di Perancis. Di Mesir, ia bermulazamah kepada Syekh Abdurrahman Alisy al-Kabir, seorang ahli fikih bermazhab Maliki. Darinya, Rĕnĕ Guĕnon belajar yuridis Islam dan tasawuf. Perjalanan intelektual sekaligus spiritual itulah yang membuat Grand Syekh Abdul Halim Mahmud menulis sebuah buku biografi tentang Rĕnĕ Guĕnon.

ShareTweetSend
numesir

numesir

Akun tim redaksi numesir.net 2022-2024. Dikelola oleh Divisi Website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) PCINU Mesir.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

Rayakan Momen Idulfitri, PCINU Mesir adakan Halalbihalal dan Pesta Nahdliyin

21 April 2024
Karakteristik Nalar Arab

Karakteristik Nalar Arab

20 July 2021
Neo-Salafisme Wahabi; Dilema Pengusung Ultra-tekstualisme Agama

Resolusi Jihad: Dulu dan untuk Kini(?)

21 October 2018
Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

Sayidah Aisyah Ra. dari Sisi Lain

15 April 2020
Ramadan dan Takwa

Ramadan dan Takwa

21 May 2020

Sebagai Bentuk Kepedulian, PCINU Mesir Gelar Istigasah Kubra untuk Sumatera

10 December 2025
NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

NU Care-Lazisnu Kirim Tiga Kontainer Bantuan Kemanusiaan ke Perbatasan Gaza

10 December 2025
Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

Menyambangi Nahdliyyin Mesir, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Sebuah Peradaban

25 September 2025
Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, PBNU Kokohkan Kemitraan Strategis

25 September 2025
Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

Bukti Nyata Diplomasi Budaya, ISHARI NU Mesir Tampil Memukau pada Acara Muktamar Internasional

16 September 2025

Numesri.net putih

Tentang Kami | Kontak | Redaksi | Kirim Tulisan

Ikuti juga sosial media kami

  • Profil
  • Warta
  • Opini
  • Kolom
  • Internasional
  • Sejarah
  • Kajian
  • Tokoh
  • Ubuddiyah
  • Terjemah