Merayakan kemerdekaan merupakan salah satu bentuk mencintai tanah air. Di manapun seseorang itu berada, ketika lonceng peringatan kemerdekaan berbunyi, seyogianya hatinya tergerak untuk merayakannya.
Itulah yang kemudian dilakukan oleh warga Nahdliyin Mesir. Meski tidak berada di Tanah Air, hal itu tidak menghalangi mereka untuk merayakan kemerdekaan Indonesia ke-76 dengan menggelar Malam Tirakatan; Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76.
Malam Tirakatan diselenggarakan pada Senin, 16 Agustus 2021 atas kerja sama PCINU Mesir, Ansor, Fatayat NU Mesir, Rijalul Ansor, Banser Mesir dan Lazisnu Mesir.
Malam Tirakatan, sebagaimana berbagai kegiatan lain dilangsungkan di Sekretariat PCINU Mesir. Sebagai Nahdliyin yang memegang erat tradisi, tirakatan dimulai dengan pembacaan zikir dan selawat menjelang shalat Maghrib.
Refleksi tahunan kemerdekaan Indonesia semakin meriah ketika pembawa acara mengajak hadirin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya lal Wathan dan Garuda Pancasila. Terlihat antusias hadirin menggemakan suara mereka sambil mengenang para pahlawan kemerdekaan Indonesia yang telag gugur.
Dalam tausiyah, KH. Ali Irham menegaskan bahwa cinta tanah air sudah diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Beliau itu ketika hijrah ke Madinah sering kali teringat kota kelahirannya (Makkah). Bahkan, beliau sampai nangis,” tutur Syuriah PCINU Mesir itu.
Kiai Ali, sapaan akrabnya juga mengingatkan hadirin untuk terus memupuk rasa cinta kepada tanah air, meskipun tidak berada di Indonesia. “Enggak bisa dibandingkan rasa cinta kepada Indonesia dengan Mesir,” ungkapnya.
Usai KH. Ali Irham menyampaikan tausiyah, beliau kemudian menutupnya dengan doa. Malam tirakatan dipungkasi dengan nonton bareng film The Ost hingga pukul 01.00 dini hari.
Reporter: al-Faroby
Editor: Hamidah










