Kairo, Bedug—Setelah setahun kemarin tampil dengan warnanya yang baru, Opaba PCINU Mesir 2023 akan hadir kembali dengan coraknya yang lama. Secara konseptual, Opaba tahun ini tidak lagi didesain rangkap dengan mengikutsertakan program Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD). Kedua program tersebut merupakan gerbang awal kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat NU Mesir, di mana setiap orang yang telah melaluinya layak menyandang predikat sebagai ‘kader’.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama, GP Ansor dan Fatayat NU Mesir—yang secara garis koordinasi terhubung dengan panitia Opaba—menilai kurang mendapatkan hasil maksimal dari formula rangkap tersebut. Hal itu senada dengan apa yang disampaikan oleh Hilmi Sirajul Fuadi selaku ketua GP Ansor Mesir, “Kurang maksimalnya kaderisasi di tingkat marhalah, sehingga banyak yang disebut alumni PKD, tetapi tidak banyak terlibat aktif (dalam kegiatan-kegiatan berbasis ke-Ansor-an).”
Pria yang akrab dipanggil Ahil tersebut berharap bisa menaikkan kembali ‘harga’ PKD dengan memakai formula lama dalam sistem Opaba. Sehingga, PKD tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial yang menegasikan nilai kesadaran sebagai seorang kader. Ahil menyebut bahwa hanya kader militan dan teruji aktif yang diperkenankan mengikuti program PKD mendatang.
Meskipun demikian, secara teknis tidak ada perubahan signifikan yang membuat panitia harus merombak total konsep acara Opaba pada bulan Agustus mendatang. Selain itu, secara garis besar, materi yang akan dibawakan dan disampaikan pada Opaba kali ini juga tidak jauh beda dari tahun-tahun sebelumnya, seperti ke-NU-an, kepemudaan, peningkatan keterampilan dan sebagainya.
Hanya saja, Ahmad Faruq selaku ketua Organizing Comittee (OC) Opaba menjelaskan terdapat materi pembeda yang belum pernah dipaparkan di Opaba tahun-tahun sebelumnya. “Materi pembeda Opaba kali ini adalah sosialiasi tentang restrukturalisasi PCINU Mesir setelah adanya Konfercab PCINU Mesir pada bulan Maret lalu,” tutur Faruq ketika diwawancara kru Bedug.
Sesuai rumusan bersama, Opaba kali ini akan mengangkat tema ‘Menumbuhkan Pemuda Bertalenta Demi Menyongsong Kedigdayaan Nahdlatul Ulama’. Umy Maesarah, wakil ketua OC Opaba menuturkan bahwa tema tersebut berangkat dari kegelisahan terhadap beberapa persoalan yang akhir-akhir ini sedang ramai di Indonesia, terutama fenomena yang berdampak langsung terhadap NU.
Satu hal yang menarik adalah bahwa Opaba tahun ini merupakan Opaba yang diselenggarakan pertama kali setelah memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama. Fakta historis tersebut tentu menambah geliat antusiasme penyelenggara dan peserta. Semoga Opaba kali ini mampu melahirkan kader-kader Nahdliyin yang militan, berkarakter dan membawa maslahat untuk NU ke depannya. (Muhammad Jihan Muqodas)











