Takrim Hifdzil Quran dan Simaan Bulanan

0 203

Lembaga PCI-JQH NU Mesir kemarin malam, tepatnya pada hari sabtu, 7 maret 2020 menyelenggarakan acara Takrim Hifdzul Quran dan Simaan Bulanan 30 juz yang secara rutin dilaksanakan setiap bulan. Rangkaian dari acara ini diawali dengan simaan 30 juz bil ghoib dari pagi sampai sore. Hadirin pada acara ini kurang lebih oleh 50 hadirin.

Puncak acara diisi dengan takrîm kepada anggota Rumah Tahfidz PCI-JQH NU Mesir yang berhasil lulus ujian 5 juz dan 10 juz, dilanjutkan sambutan dari ketua Syuriah PCINU Mesir; Bapak Mukhlason Jalaluddin. Acara ini juga dihadiri Bapak Ali Irham selaku Ketua Majelis Ilmi PCI-JQH NU Mesir.

Acara Takrim Hifdzul Quran dan Simaan Bulanan 30 juz kali ini begitu istimewa, lantaran kehadiran Rois Syuriyah dan Ketua Majelis Ilmi. Kehadiran beliau-beliau di tengah-tengah anggota PCI-JQH NU Mesir memberikan kesan tersendiri, hal tersebut dikarenakan adanya wejangan-wejangan yang membuat api semangat berkobar para anggota JQH.

Bapak Mukhlason menyampaikan tentang bagaimana hafalan al-Qur’an sebagai momok bagi masisir sejak lama. Dahulu, Universitas al-Azhar mempunyai kebijakan khusus untuk jurusan Syariah, bahwa sebelum lulus harus mampu menghafal 8 juz. Hal ini menjadikan masisir terkadang susah lulus. Kalaupun lulus bisa jadi ditempuh dalam waktu yang relatif lama. Walhasil, seiring berjalanya waktu Al-Azhar menyadari betapa sulitnya mahasiswa asing untuk menghafal al-Qur’an dengan jumlah juz yang relatif banyak. Sehingga pada akhirnya, al-Azhar menurunkan jumlah juz hafalan al-Qur’an untuk mahasiswa asing agar niat menimba ilmu di al-Azhar tidak terhalang momok hafalan.

Bapak Ali Irham yang mendapat giliran selanjutnya dalam memberikan sambutan memberi komentar atas berlangsungnya acara malam itu. Beliau menyampaikan ada bahagia dan sedih yang berkumpul dalam satu situasi. Rasa bahagia beliau dikarenakan melihat antusiasme mahasiswa Indonesia yang semakin besar untuk menghafal al-Qur’an. Namun sayangnya, dari sekian banyak mahaiswa yang menghafal al-Qur’an, perempuan masih mendominasi secara kuantitas. Beliau menyampaikan: “Lagi-lagi perempuan yang lebih gigih dari pada kita (laki-laki).” Beliau berharap semangat lelaki jangan sampai kalah dengan perempuan.

Notulen : Ahmad Reza

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.