Dalam rangka menyetarakan kemampuan guru Al-Quran, TPQ Ar-Raudloh mengadakan pendidikan kilat (diklat) standardisasi guru Al-Quran dengan metode Tilawati selama 3 hari. Diklat ini dilaksanakan di Sekretariat PCINU Mesir dan dibimbing oleh tutor Tilawati cabang Surabaya CAS (Citra Anak Sholeh) melalui aplikasi Zoom.
Pada pertemuan pertama yang dihelat Selasa kemarin (24/8) sesi itu dibuka oleh H. M. Sholeh, S.Ag. Beliau menerangkan gambaran umum metode Tilawati yang mesti dikuasai oleh seorang guru. Di antara metodenya adalah menggunakan nada rast dalam mengaji.
Pada hari itu juga peserta mengkhatamkan jilid 1-6 yang dibaca dengan nada rast. Di sela materinya beliau menekankan pada peserta untuk tidak menyalahkan metode lain dalam membaca Al-Quran. “Dalam membaca Al-Quran, (di Indonesia) punya banyak metode. Salah satu prinsip di metode kita (tilawati) adalah tidak menyalahkan metode lain. Sebab pada intinya tujuan kita itu bisa membaca Al-Quran dengan baik,” pesannya pada peserta.
Selanjutnya, pertemuan kedua pada Rabu (25/8) diisi dengan materi strategi pengelolaan kelas Tilawati jilid 1-6 oleh H. M. Syifauddin, S. Ag, dan Tilawati untuk PAUD oleh Nanang Fahrurrozi.
Seusai pembekalan materi, peserta diklat diminta untuk mengikuti munaqasyah. Dimana hal ini menentukan legalisasi peserta menjadi guru (syahadah guru Tilawati). Munaqasyah dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing 1 penguji. Dengan ketentuan bahwa setiap peserta membaca Al-Quran beserta gharibnya.
Selain itu, peserta diuji juga dengan praktik mengajar pada hari Kamis (26/8) dengan memenuhi langkah-langkah yang sudah ditetapkan. Yang berbeda dari diklat tahun lalu adalah praktik mengajar tahun ini dilakukan dengan merekam video setiap peserta, kemudian dikirim ke CAS Surabaya. Sedangkan tahun lalu dilaksanakan di depan penguji secara langsung melalui Zoom.
Dalam 3 hari, diklat dimulai pada pukul 8 pagi waktu Kairo dengan diikuti 22 peserta dari Mesir dan 2 dari Indonesia. Peserta terdiri dari guru-guru TPQ Ar-Raudloh yang belum mengikuti pada tahun lalu dan beberapa peserta dari luar guru TPQ. Antusiasme para peserta terlihat dari kehadiran mereka selama 3 hari berturut-turut.
Kemudian acara ditutup dengan doa oleh H. M. Sholeh, S. Ag yang disusul sesi foto bersama.
Reporter: Tim Numesri.net
Editor: Muhid Rahman











