Belum lama ini pengurus PCINU Mesir periode 2021-2022 dilantik. Pelantikan yang dilaksanakan hari Rabu (4/8) tersebut dipimpin langsung oleh Rais Am PBNU KH. Miftahul Akhyar dan disiarkan langsung melalui sejumlah kanal YouTube.
Tiga hari berselang, pada Hari Sabtu (7/8) giliran marhalah Aksara yang mendapat momen spesial tersebut. Pasalnya, pada hari itu pengurus marhalah Aksara ’20 yang merupakan marhalah teranyar di NU Mesir resmi dilantik. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pengurus Tanfiziah dan Lembaga Kaderisasi.
Acara tersebut berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore waktu Kairo. Pelantikan yang terbilang lama itu disebabkan oleh rangkaian sebelum acara sebelum pelantikan. Sebelum dilantik, seluruh pengurus merapatkan progam kerja sesuai divisi masing-masing. Kemudian, setiap divisi mempresentasikan hasil rapatnya secara bergantian.
Pelantikan pengurus marhalah Aksara ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Tanfiziah PCINU Mesir Rikza Aufarul Umam, Lc, Dipl. Ia mengingatkan untuk tidak meremehkan dan menyepelekan tanggung jawab sebagai pengurus marhalah. “Tanggung jawab dimanapun tempatnya tetap tanggung jawab. Tidak ada yang sepele kecuali orang yang menyepelekan. Tidak ada yang remeh kecuali orang itulah yang meremehkan,” tegasnya saat memberi sambutan.
Sebagai tambahan informasi, anggota marhalah Aksara mencapai 470 orang. Namun, angka ini hanya berdasar pada yang terdaftar di database. Besar kemungkinan jumlah anggota itu lebih dari angka tersebut. Sementara total keseluruhan yang menjadi pengurusnya 80 orang.
Selain pelantikan acara tersebut juga diisi dengan peresmian logo untuk marhalah Aksara. Logo tersebut merupakan pemenang sayembara yang diadakan sebelumnya oleh marhalah Aksara.
Nama Aksara sendiri adalah akronim dari Angkatan Santri Nusantara. Berdasarkan selebaran yang diberikan oleh pengurus Aksara, terdapat filosofi tersendiri dalam pemilihan nama Aksara. Aksara dalam bahasa Sanskerta berarti tidak bisa dihancurkan. Harapannya marhalah Aksara menjadi generasi yang tidak mudah menyerah atau patah semangat. Selain itu, dalam bahasa Indonesia aksara memiliki kaitan erat dengan literasi. Sehingga diharapkan menjadi generasi yang melek literasi dan haus ilmu.
Walaupun berlangsung cukup lama, acara pelantikan tersebut berjalan dengan khidmat dan penuh semangat. Setelah pelantikan usai, acara tersebut dipungkasi dengan sesi ramah tamah.
Reporter: Arinal Haq
Editor: Mu’hid Rahman










